di tengah hitam itu..tampak ada cahaya....aku berdiri di persimpangan...mau mempertahankan kegelapan atau menyerah pada cahaya....
dadaku sesak...semua emosi negatif kembali terasa....aku takut pada diriku sendiri.....dia bukan aku...bukan..siapa aku?
dalam kesesakanku..aku memilih menyerah pada cahaya itu sekali lagi....walau aku akan dianggap bodoh....walau aku akan ditertawai....aku tak peduli....karena aku memutuskan menjadi sepertiMu...apapun Tuhan...karena aku mencintaiMu...aku mau jadi sepertiMu...
kemudian damai itu datang...menggantikan sesak yang awalnya begitu mendominasi hatiku....sekali lagi kuisi hatiku dengan cintaMu...cinta mula-mula padaMu....dan akan kubagikan pada sesamaku....akhirnya aku mengerti apa yang dikatakan mother teresa......ketika kamu sungguh mencintai hingga cinta itu menyakitimu.....yang terasa hanyalah cinta....
seperti motto sebuah sepatu olah raga terkenal..i just wanna be like U....that is my motto now n forever :) i love u Lord...i lift my pain, my hatred, my sadness, my sorrow..my shadow...in Ur hand...so be it what U think the best 4 my life...amin.
Minggu, 30 Mei 2010
Sabtu, 29 Mei 2010
hanya sebuah tanah liat..
pemahat itu memandangi tanah liat yang ada di hadapannya dengan seksama....
ia sedang berpikir hendak dijadikan apa tanah liat itu...
lalu ia mulai bekerja pada tanah liat itu...
ia membantingnya....memutar-mutar....kemudian membantingnya lagi...
lalu mulai membentuk dan mengukir tanah liat itu...
tanpa suara...tanah liat itu menjerit...sakit..sakit
dalam proses pembentukan itu....tanah liat itu berkali-kali menangis
sakit tuanku...sampai kapan proses ini berlanjut?
yang terasa hanya sakit....remuk seluruh badannya....dan sebuah pertanyaan...bolehkah ia menyerah...
sebuah suara didengarnya....sabar..bersabarlah...Aku punya tujuan...
dan kau akan lihat hasilnya...
terakhir....tanah liat itu dimasukkan ke dalam oven
sesuatu hal yang sangat ditakutinya...panasssss
ia menjerit-jerit...panas tuanku...panassssss...sakit.....aku sudah tak tahan lagi...
rasanya seperti mau mati.....panasssssss....jeritnya
tanpa sadar tuannya menangis di depan oven itu...sabar ya....kau akan liat hasilnya nanti...mungkin prosesnya menyakitkan...tapi kau akan lihat...
beberapa saat kemudian....tanah liat itu pun dikeluarkan dari oven..
kemudian dipajang di rak-rak pameran karya seni terkemuka
dari sebuah tanah liat yang tak berharga menjadi sebuah maha karya....yang tidak hanya dikagumi banyak orang...namun juga berguna bagi lingkungannya..
dahulu ia hanya sebuah tanah liat...buruk rupa...lemah...tak berharga
melalui proses pembentukan....tanah liat itu berubah menjadi maha karya...
walau situasi begitu menekan dan terasa menyakitkan...
bertahanlah...dan kau akan liat hasilnya
karena DIa sedang membentukmu menjadi maha karyanya..
:)
ia sedang berpikir hendak dijadikan apa tanah liat itu...
lalu ia mulai bekerja pada tanah liat itu...
ia membantingnya....memutar-mutar....kemudian membantingnya lagi...
lalu mulai membentuk dan mengukir tanah liat itu...
tanpa suara...tanah liat itu menjerit...sakit..sakit
dalam proses pembentukan itu....tanah liat itu berkali-kali menangis
sakit tuanku...sampai kapan proses ini berlanjut?
yang terasa hanya sakit....remuk seluruh badannya....dan sebuah pertanyaan...bolehkah ia menyerah...
sebuah suara didengarnya....sabar..bersabarlah...Aku punya tujuan...
dan kau akan lihat hasilnya...
terakhir....tanah liat itu dimasukkan ke dalam oven
sesuatu hal yang sangat ditakutinya...panasssss
ia menjerit-jerit...panas tuanku...panassssss...sakit.....aku sudah tak tahan lagi...
rasanya seperti mau mati.....panasssssss....jeritnya
tanpa sadar tuannya menangis di depan oven itu...sabar ya....kau akan liat hasilnya nanti...mungkin prosesnya menyakitkan...tapi kau akan lihat...
beberapa saat kemudian....tanah liat itu pun dikeluarkan dari oven..
kemudian dipajang di rak-rak pameran karya seni terkemuka
dari sebuah tanah liat yang tak berharga menjadi sebuah maha karya....yang tidak hanya dikagumi banyak orang...namun juga berguna bagi lingkungannya..
dahulu ia hanya sebuah tanah liat...buruk rupa...lemah...tak berharga
melalui proses pembentukan....tanah liat itu berubah menjadi maha karya...
walau situasi begitu menekan dan terasa menyakitkan...
bertahanlah...dan kau akan liat hasilnya
karena DIa sedang membentukmu menjadi maha karyanya..
:)
Senin, 24 Mei 2010
Juru Slamatku
by True Worshipper
Walau kuharus berjalan
dalam lembah kekelaman
perlindunganMu oh Tuhan
nyatalah bagi hidupku
Tiada pernah sedetik pun
Tiada pernah Kau tinggalkan
Sungguh mulia dan sempurna
Hanya Kau layak disembah
Yesus Engkau Juru Selamat ku
Dalam janji-Mu kemenangan ku
Selamanya 'kan ku nyatakan
Besar setia Mu Tuhan
Di hidup ku...
Walau kuharus berjalan
dalam lembah kekelaman
perlindunganMu oh Tuhan
nyatalah bagi hidupku
Tiada pernah sedetik pun
Tiada pernah Kau tinggalkan
Sungguh mulia dan sempurna
Hanya Kau layak disembah
Yesus Engkau Juru Selamat ku
Dalam janji-Mu kemenangan ku
Selamanya 'kan ku nyatakan
Besar setia Mu Tuhan
Di hidup ku...
sebuah kesadaran...
hari ini aku sadar banyak hal....ya Tuhan..apa sih yang aku cari...? sebuah pengakuan?? naifnya gadis bodoh ini.....hari ini dia sadar bahwa dia tak lebih dari seorang gadis biasa...bukan gadis yang special....bukan baginya....ketika matanya memandang sekitar....ia tak melihatmu..karena kau hanya biasa saja....dan ia akui hari ini dengan berbesar hati....ia biasa saja....tak merasa telah berguna...apa yang kau nanti? sebuah pujian?? serangkaian kata2 manis yang menyatakan bahwa kau berharga...? berhentilah.....berhenti...
lepaskan....hari ini gadis itu melepaskan semua.....suatu kesadaran muncul....bahwa apapun yang ia lakukan....biasa saja....karena matanya tak tertuju padamu....walau hatinya sakit menyadari kenyataan itu....gadis itu belajar melepaskan....dan belajar menerima bahwa ia biasa saja....mungkin apa yang kau berikan bukan yang ia butuhkan dan bukan kehadiranmu yang ia harapkan....begitu kata suara dalam hatinya.....berbesar hatilah...dan cinta adalah sebuah ketulusan hati bukan kepamrihan....berbesar hatilah....
lepaskan....hari ini gadis itu melepaskan semua.....suatu kesadaran muncul....bahwa apapun yang ia lakukan....biasa saja....karena matanya tak tertuju padamu....walau hatinya sakit menyadari kenyataan itu....gadis itu belajar melepaskan....dan belajar menerima bahwa ia biasa saja....mungkin apa yang kau berikan bukan yang ia butuhkan dan bukan kehadiranmu yang ia harapkan....begitu kata suara dalam hatinya.....berbesar hatilah...dan cinta adalah sebuah ketulusan hati bukan kepamrihan....berbesar hatilah....
Bapa Kami...
Ya Tuhan...i can't do sumthing focusly..i just can pray in my heart
Bapa kami yang ada di surga
dimuliakanlah namaMU
datanglah kerajaanMu
jadilah kehendakMu
di atas bumi seperti di dalam surga
berilah kami rejeki pada hari ini
dan ampunilah kesalahan kami
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami
dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat
amin...
set me free Lord Jesus.amin
Bapa kami yang ada di surga
dimuliakanlah namaMU
datanglah kerajaanMu
jadilah kehendakMu
di atas bumi seperti di dalam surga
berilah kami rejeki pada hari ini
dan ampunilah kesalahan kami
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami
dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat
amin...
set me free Lord Jesus.amin
Kamis, 20 Mei 2010
tanpa warna....
dulu ada merah...biru..hijau..pink....kuning....jingga...
sekarang semua perlahan-lahan memudar....
menjadi abu-abu..
semakin memudar...
menjurus ke hitam....
hitam pekat....
sampah itu berusaha mengenali dirinya sendiri....
dia takut dengan hatinya...
ada kegelapan mulai pekat menyelimuti...
dia bahkan takut dengan pantulan bayangannya di cermin..
berjuang bertahan...
dengan menyerap kegelapan....
sekarang semua perlahan-lahan memudar....
menjadi abu-abu..
semakin memudar...
menjurus ke hitam....
hitam pekat....
sampah itu berusaha mengenali dirinya sendiri....
dia takut dengan hatinya...
ada kegelapan mulai pekat menyelimuti...
dia bahkan takut dengan pantulan bayangannya di cermin..
berjuang bertahan...
dengan menyerap kegelapan....
Minggu, 16 Mei 2010
aku merindukannya
Dia hilang....gadis itu hilang...
seolah sirna ditelan bumi...
aku kehilangan sosoknya..
aku sungguh merindukannya..
keceriannya..tawanya...
semangatnya....
optimismenya yang mengatakan padaku bahwa semua akan baik-baik saja
mendadak semua jadi hitam..
kabur dan gelap...
dimana dirimu...kembalilah...
aku merindukanmu..sangat....
hari ini aku menatap tangga di rumahku...
aku teringat kata-katamu...
"hidup itu seperti sebuah tangga...
"Semakin bertambah usia hendaknya semakin dewasa"
"baik dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.."
dan aku merenungkannya dengan sungguh...
manusia memang tak lepas dari lingkungannya...
tanpa sadar pengaruh lingkungan akan mempengaruhi pembentukan karakter
jika kau bergaul dengan orangtua, bisa saja pemikiran dan perilakumu mengikuti mereka
begitu pula bila kau bergaul dengan remaja atau anak-anak
namun demikian, yang lebih penting adalah dirimu sendiri
pengaruh lingkungan tidak akan menjadi hal yang mendominasi
bila kau tau dengan pasti siapa kau..
apa yang kau inginkan..
kau tak akan menjadi goyah...
jangan khawatir..aku sudah memaafkanmu..
memang butuh waktu bagiku untuk melupakan...
dan aku sedang dalam perjalanku ke sana...
tapi aku juga butuh kamu yang baru...
aku membenci perilakumu...bukan kamu...
dan untuk menyelamatkan kapal karam...
aku tak bisa sendirian
apalah artinya bila hanya aku yang berusaha..
sementara kau tetap sama dengan dirimu yang dulu..
seperti usaha menjerat angin bukan ?
di sini aku menunggu....
tapi ingat....tenagaku untuk menunggu tak banyak..
seolah sirna ditelan bumi...
aku kehilangan sosoknya..
aku sungguh merindukannya..
keceriannya..tawanya...
semangatnya....
optimismenya yang mengatakan padaku bahwa semua akan baik-baik saja
mendadak semua jadi hitam..
kabur dan gelap...
dimana dirimu...kembalilah...
aku merindukanmu..sangat....
hari ini aku menatap tangga di rumahku...
aku teringat kata-katamu...
"hidup itu seperti sebuah tangga...
"Semakin bertambah usia hendaknya semakin dewasa"
"baik dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.."
dan aku merenungkannya dengan sungguh...
manusia memang tak lepas dari lingkungannya...
tanpa sadar pengaruh lingkungan akan mempengaruhi pembentukan karakter
jika kau bergaul dengan orangtua, bisa saja pemikiran dan perilakumu mengikuti mereka
begitu pula bila kau bergaul dengan remaja atau anak-anak
namun demikian, yang lebih penting adalah dirimu sendiri
pengaruh lingkungan tidak akan menjadi hal yang mendominasi
bila kau tau dengan pasti siapa kau..
apa yang kau inginkan..
kau tak akan menjadi goyah...
jangan khawatir..aku sudah memaafkanmu..
memang butuh waktu bagiku untuk melupakan...
dan aku sedang dalam perjalanku ke sana...
tapi aku juga butuh kamu yang baru...
aku membenci perilakumu...bukan kamu...
dan untuk menyelamatkan kapal karam...
aku tak bisa sendirian
apalah artinya bila hanya aku yang berusaha..
sementara kau tetap sama dengan dirimu yang dulu..
seperti usaha menjerat angin bukan ?
di sini aku menunggu....
tapi ingat....tenagaku untuk menunggu tak banyak..
Jumat, 14 Mei 2010
Malam...
Sebuah kata terucap dari bibirku...malam....
Seperti memegang bara api dan berpikir bahwa itu tidak panas...
Ya Tuhan, berilah hikmat untuk mengerti apa yang tak bisa kupahami...
Ya Tuhan, hambaMu ini kecil...tapi Kau besar....
celikkan mataku yang buta...dan tuntun langkahku....
hanya ini doa yang dapat kupanjatkan padaMu...Amin...
Seperti memegang bara api dan berpikir bahwa itu tidak panas...
Ya Tuhan, berilah hikmat untuk mengerti apa yang tak bisa kupahami...
Ya Tuhan, hambaMu ini kecil...tapi Kau besar....
celikkan mataku yang buta...dan tuntun langkahku....
hanya ini doa yang dapat kupanjatkan padaMu...Amin...
Terima kasih...

Terima kasih.....bersamamu aku belajar apa artinya mencintai....
Bersamamu aku menemukan kebahagiaan...
Bersamamu aku belajar menjadi dewasa setiap harinya....
Tidak hanya mengendalikan egoku...tapi juga mempedulikan perasaanmu
Menjadi bagian dalam hidupmu merupakan suatu kebahagiaan tersendiri...
Menemanimu memberi arti dalam hidupku...
Aku bisa melihat bahwa aku yang sekarang sudah beranjak menjadi wanita dewasa....berkatmu..
Terima kasih telah bersedia berada di sampingku dalam suka dan duka hidupku...
Terima kasih telah menjadi bagian dalam hidupku...
Keberadaanmu...sangat berarti..
Kau anugerah yang terindah dari Tuhan untukku....
-seseorang yang mengasihimu-
Rasa bag. 1
BAB I
Berjuta-juta tetesan air rintik-rintik takkan sanggup mengenyahkan rasa ini
Kosong.....sepi.....
Aku kesepian di tengah riuhnya ombak...
Semakin kuingat kenangan masa lalu, semakin kurasakan luka itu
Dengan apa luka itu mampu kubalut?
Mungkin kalian kira aku puitis sekali ya? Aku hanya mampu mencurahkan segala perasaanku yang sejujur-jujurnya lewat tulisan. Ya...kertas dan pen memang sahabat sejatiku, curahan hatiku, tempatku berkeluh kesah.
Entah mengapa, malam ini terasa lebih kelam daripada malam-malam sebelumnya. Memang saat ini langit sedang mendung, menambah gelapnya langit malam ini. Kelam, gelap pekat, sepekat gelapnya hatiku....
Entah sejak kapan, mungkin sejak tahun lalu, aku mulai tidak menyukai musim hujan ataupun hujan itu sendiri. Hujan mengingatkanku akan begitu banyak kenangan kelabu, menyisakan luka yang dalam di hatiku.
Rintik-rintik air hujan di luar cafe La Mar ini, membangkitkan beberapa kenangan pahit di masa laluku. Suara tetesan gerimis menjadi backing sound dari flash back memori kelabuku. Aku tidak pernah ingin kenangan itu muncul, namun tiap kali kulihat rintik hujan, hatiku terasa perih dan kenangan buruk itu langsung muncul kembali.
Aku masih bisa merasakan betapa pedihnya hatiku saat papa meninggalkanku dan mami. Telah lima musim hujan kulalui tanpa papi, namun rasa pedih itu masih tersisa. Papa, sosok yang begitu kucintai, sosok yang begitu dekat denganku, sosok yang mampu mencerahceriakan hariku, pergi tanpa pamit di tengah derasnya hujan, meninggalkanku dan mami yang hanya bisa menangisi kepergiannya. Kematian memang datang tanpa diundang, tidak ada yang bisa mencegah kedatangannya.
Ryan....kamu apa kabar ya? Masih di Londonkah ? Akh....kenapa aku jadi ingat sama pria itu ya? Pria yang tampan, gagah, pintar, pria yang pernah mengisi hari-hariku selama hampir dua tahun. Pria yang membawa warna dalam kehidupanku sekaligus pria yang mampu memporakporandakan hatiku. Ya..dia pria yang memperlihatkan indahnya pelangi sekaligus ganasnya badai.
Ya...aku jadi sadar kenapa malam ini terasa sangat kelam. Tepat setahun yang lalu di malam ini, aku dikejutkan dengan berita yang mampu meluluhlantakan kedamaian di hatiku, menghancurkan kebahagiaan yang baru kurasakan selama dua tahun. Pria yang kukira akan mendampingiku selamanya, ternyata lebih memilih wanita lain yang bisa menemaninya sepanjang waktu di London. Ya...kedudukanku di hati Ryan tergantikan oleh sosok wanita lain. Aku bisa mengerti kenapa ini semua bisa terjadi, namun hatiku tetap tidak bisa menerima pengakuannya yang jujur itu. Ya...semua itu terjadi satu tahun yang lalu di tengah derasnya hujan. Membuatku semakin tidak menyukai musim hujan.
Butuh waktu hampir satu tahun untuk kembali membangun puing-puing hatiku yang hancur berantakan. Sekarang aku sudah mampu menerima kenyataan pahit itu, walau tak mampu kupungkiri bahwa masih ada bekas luka yang tersisa, hatiku cacat, tak pulih seutuhnya. Bekas luka itu menyisakan rasa ngilu malam ini....membuat dadaku sesak....
Akh Tuhan...sungguhkah ada cinta sejati itu? Sungguhkah ada seseorang yang diciptakan hanya untukku? Aku harus menunggu berapa lama sampai cinta itu datang? Tuhan...kalau boleh aku meminta...ijinkan aku boleh bertemu dengan cinta sejatiku, ijinkan aku untuk menghabiskan sisa hidupku hanya untuknya, ijinkan aku bersamanya melewati berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus musim hujan. Aku mohon Tuhan...ijinkan aku merasakan menghapus perih musim hujan, ijinkan aku merasakan pelangi saat musim hujan.
Tanpa kusadari, air mata mulai menggenang di pelupuk mataku. Rasa perih begitu menguasai hatiku....mendominasi dengan semena-mena. Seiring dengan bertambah derasnya hujan, semakin deras juga air mata yang mengalir. Aku benci hujan...kumohon semoga hujan ini cepat reda....
Rhea...jangan cengeng, ayo bangkit....bukannya mami selalu bilang sehabis hujan badai, pasti ada pelangi, pasti.....percaya dan kamu akan melihat buktinya. Mungkin beberapa musim hujan beberapa tahun belakangan ini merupakan hujan badai dalam kehidupanku, tapi aku harus percaya bahwa sebentar lagi aku pasti akan melihat pelangi, ya pasti....aku percaya sama mami...aku juga percaya bahwa Tuhan tidak sekejam itu. Pasti ada suatu rancangan indah yang Tuhan persiapkan untukku.....Tuhan yang kupercaya adalah Tuhan yang maha adil. Dia tidak menjanjikan langit selalu biru, namun Dia juga tidak membiarkan langit terus-terusan kelam, Dia memberikan pelangi setelah hujan badai. Ya...aku hanya perlu percaya! Badai pasti segera kan berlalu.
Seakan setuju denganku, hujan perlahan-lahan mulai mereda. Langit pun berangsur-angsur menjadi lebih cerah. Memang aku tidak menemukan pelangi malam ini, namun ada bintang yang cahayanya terpancar, walau samar, namun aku sungguh bisa melihat sinarnya yang lembut.
Kuhapus airmataku, kukatakan pada diriku untuk berhenti meratap. Ada saat untuk meratap, namun jangan biarkan ratapan menghancurkan hidupku karena ada saat untuk bangkit dan melangkah maju juga. Ayo Rheanna semangat...!!!!
Aku jadi teringat lagi akan kata-kata mami. ”Rhe...di saat-saat kamu merasa diri paling lemah, di situlah saat di mana kamu dibentuk untuk menjadi lebih tegar. Jangan terus menerus meratap karena saat-saat kelam itu bukan diijinkan terjadi untuk membuat kamu semakin lemah, tetapi untuk membuat kamu semakin tegak berdiri. Jadi Rhe...apapun yang terjadi kita harus tetap semangat dalam menjalani hidup.” begitu pesan mami.
Akh...untung aku masih punya mami yang begitu optimis dalam menjalani hidup, dia memang wanita yang paling kubanggakan, kupuja, teladan hidupku. Kasih sayangnya, perhatian, dukungannya, optimismenya mampu membuatku bertahan menghadapi berbagai badai hidup. Kata-kata bijaknya selalu mampu menyegarkan hatiku, seperti oase di tengah padang gurun.
Ya....fokus sama cinta yang ada di sekitar kita saat kita merasa terpuruk memang salah satu cara yang ampuh untuk membangkitkan semangat. Terima kasih Tuhan...masih ada ibu yang begitu luar biasa yang Kau berikan untukku. Berjuta kata terima kasih pun takkan sanggup untuk mengungkapkan betapa aku bersyukur dikaruniakan ibu yang begitu luar biasa dalam hidup ini.
Ayo Rhea semangat! Hidup terus berjalan, jadi jangan sia-siakan hanya dengan meratap. Aku memejamkan mataku untuk mengingat senyum hangat papa. Pa...Rhea sayang banget sama papa....sama kaya mami, papa juga selalu bilang Rhea ga boleh putus asa dalam menjalani hidup, hidup harus dijalani dengan sebaik-baiknya karena waktu ga bisa diulang kan, Pa? Rhea mau terus maju....papa di surga tenang aja ya....jangan sedih ya...Rhea janji malam ini merupakan malam terakhir Rhea meratapi kepergian papa dan Ryan...doain Rhe terus dari surga sana ya, Pa!
Hujan sudah benar-benar reda, entah mengapa...suasana hatikupun membaik. Kuukir sebuah senyum yang termanis untuk papaku di surga. Kubangun kembali semangatku dan harapanku. Aku mau terus menjalani hidup dengan penuh semangat!
Ya ampun....sudah jam 9 malam, mami pasti udah dari tadi nungguin aku buat makan malam. Saatnya untuk pulang nih.....
Segera kubayar minuman yang kupesan dan beranjak dari cafe itu. Akh...lega rasanya, entah mengapa hatiku terasa lebih plong. Terima kasih Tuhan....terima kasih karena telah menggantikan kesedihan dengan damai. Kulangkahkan kakiku dengan ringan melewati pintu gerbang cafe.
Waduh...saking ringannya langkahku, aku merasa seperti melayang. Tanah yang kuinjak mendadak menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya. Rasanya waktu minggu lalu aku melewati jalan ini, semua masih datar-datar saja deh? Kuarahkan pandanganku ke bawah kakiku untuk melihat keadaan jalan. Waduh........ternyata aku menginjak sebuah buku tebal.
Uwah....maafkan aku ya...siapapun yang memiliki buku ini, maaf sudah membuat bukumu kotor! Refleksku segera bekerja dengan baik untuk mengambil buku yang bersampul hijau tua itu. Ini buku siapa ya? Rasanya di sekitarku tidak ada orang yang menjatuhkan buku deh! Gimana cara aku mengembalikan buku ini kepada pemiliknya? Apa aku titipkan saja kepada pengurus cafe itu ya? Tapi nanti hilang engga ya?
Aku bingung sekali, mau diapakan buku ini? Kubuka halaman depannya, untuk mengetahui identitas dari pemilik buku ini. Di halaman pertama, tidak ada identitas yang jelas tentang pemiliknya. Kubuka halaman kedua, di sudut bawah kanan terdapat segurat tanda tangan, ternyata nama pemiliknya Joshua. Akh...nama yang bagus sekali....nampaknya pemilik buku ini seorang pria. Tapi tidak ada alamat atau nomor telpon, bagaimana aku bisa mengembalikan buku ini? Kubolak-balik beberapa halaman untuk mencari tahu identitas diri orang ini.
Ternyata buku ini adalah sebuah diari. Maaf ya....aku tidak bermaksud mengetahui kehidupanmu. Aduh Joshua....bagaimana aku bisa menemukan kamu di tengah ratusan mungkin ribuan orang di Jakarta ini yang bernama Joshua juga?
Kutatap langit malam walau aku tahu aku tidak mungkin mendapatkan jawabannya di sana. Malam semakin larut, sudah saatnya pulang sebelum mami tambah panik, ya sudahlah....kusimpan saja diari ini, semoga saja aku bisa menemukan petunjuk tentang si Joshua ini.
Berjuta-juta tetesan air rintik-rintik takkan sanggup mengenyahkan rasa ini
Kosong.....sepi.....
Aku kesepian di tengah riuhnya ombak...
Semakin kuingat kenangan masa lalu, semakin kurasakan luka itu
Dengan apa luka itu mampu kubalut?
Mungkin kalian kira aku puitis sekali ya? Aku hanya mampu mencurahkan segala perasaanku yang sejujur-jujurnya lewat tulisan. Ya...kertas dan pen memang sahabat sejatiku, curahan hatiku, tempatku berkeluh kesah.
Entah mengapa, malam ini terasa lebih kelam daripada malam-malam sebelumnya. Memang saat ini langit sedang mendung, menambah gelapnya langit malam ini. Kelam, gelap pekat, sepekat gelapnya hatiku....
Entah sejak kapan, mungkin sejak tahun lalu, aku mulai tidak menyukai musim hujan ataupun hujan itu sendiri. Hujan mengingatkanku akan begitu banyak kenangan kelabu, menyisakan luka yang dalam di hatiku.
Rintik-rintik air hujan di luar cafe La Mar ini, membangkitkan beberapa kenangan pahit di masa laluku. Suara tetesan gerimis menjadi backing sound dari flash back memori kelabuku. Aku tidak pernah ingin kenangan itu muncul, namun tiap kali kulihat rintik hujan, hatiku terasa perih dan kenangan buruk itu langsung muncul kembali.
Aku masih bisa merasakan betapa pedihnya hatiku saat papa meninggalkanku dan mami. Telah lima musim hujan kulalui tanpa papi, namun rasa pedih itu masih tersisa. Papa, sosok yang begitu kucintai, sosok yang begitu dekat denganku, sosok yang mampu mencerahceriakan hariku, pergi tanpa pamit di tengah derasnya hujan, meninggalkanku dan mami yang hanya bisa menangisi kepergiannya. Kematian memang datang tanpa diundang, tidak ada yang bisa mencegah kedatangannya.
Ryan....kamu apa kabar ya? Masih di Londonkah ? Akh....kenapa aku jadi ingat sama pria itu ya? Pria yang tampan, gagah, pintar, pria yang pernah mengisi hari-hariku selama hampir dua tahun. Pria yang membawa warna dalam kehidupanku sekaligus pria yang mampu memporakporandakan hatiku. Ya..dia pria yang memperlihatkan indahnya pelangi sekaligus ganasnya badai.
Ya...aku jadi sadar kenapa malam ini terasa sangat kelam. Tepat setahun yang lalu di malam ini, aku dikejutkan dengan berita yang mampu meluluhlantakan kedamaian di hatiku, menghancurkan kebahagiaan yang baru kurasakan selama dua tahun. Pria yang kukira akan mendampingiku selamanya, ternyata lebih memilih wanita lain yang bisa menemaninya sepanjang waktu di London. Ya...kedudukanku di hati Ryan tergantikan oleh sosok wanita lain. Aku bisa mengerti kenapa ini semua bisa terjadi, namun hatiku tetap tidak bisa menerima pengakuannya yang jujur itu. Ya...semua itu terjadi satu tahun yang lalu di tengah derasnya hujan. Membuatku semakin tidak menyukai musim hujan.
Butuh waktu hampir satu tahun untuk kembali membangun puing-puing hatiku yang hancur berantakan. Sekarang aku sudah mampu menerima kenyataan pahit itu, walau tak mampu kupungkiri bahwa masih ada bekas luka yang tersisa, hatiku cacat, tak pulih seutuhnya. Bekas luka itu menyisakan rasa ngilu malam ini....membuat dadaku sesak....
Akh Tuhan...sungguhkah ada cinta sejati itu? Sungguhkah ada seseorang yang diciptakan hanya untukku? Aku harus menunggu berapa lama sampai cinta itu datang? Tuhan...kalau boleh aku meminta...ijinkan aku boleh bertemu dengan cinta sejatiku, ijinkan aku untuk menghabiskan sisa hidupku hanya untuknya, ijinkan aku bersamanya melewati berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus musim hujan. Aku mohon Tuhan...ijinkan aku merasakan menghapus perih musim hujan, ijinkan aku merasakan pelangi saat musim hujan.
Tanpa kusadari, air mata mulai menggenang di pelupuk mataku. Rasa perih begitu menguasai hatiku....mendominasi dengan semena-mena. Seiring dengan bertambah derasnya hujan, semakin deras juga air mata yang mengalir. Aku benci hujan...kumohon semoga hujan ini cepat reda....
Rhea...jangan cengeng, ayo bangkit....bukannya mami selalu bilang sehabis hujan badai, pasti ada pelangi, pasti.....percaya dan kamu akan melihat buktinya. Mungkin beberapa musim hujan beberapa tahun belakangan ini merupakan hujan badai dalam kehidupanku, tapi aku harus percaya bahwa sebentar lagi aku pasti akan melihat pelangi, ya pasti....aku percaya sama mami...aku juga percaya bahwa Tuhan tidak sekejam itu. Pasti ada suatu rancangan indah yang Tuhan persiapkan untukku.....Tuhan yang kupercaya adalah Tuhan yang maha adil. Dia tidak menjanjikan langit selalu biru, namun Dia juga tidak membiarkan langit terus-terusan kelam, Dia memberikan pelangi setelah hujan badai. Ya...aku hanya perlu percaya! Badai pasti segera kan berlalu.
Seakan setuju denganku, hujan perlahan-lahan mulai mereda. Langit pun berangsur-angsur menjadi lebih cerah. Memang aku tidak menemukan pelangi malam ini, namun ada bintang yang cahayanya terpancar, walau samar, namun aku sungguh bisa melihat sinarnya yang lembut.
Kuhapus airmataku, kukatakan pada diriku untuk berhenti meratap. Ada saat untuk meratap, namun jangan biarkan ratapan menghancurkan hidupku karena ada saat untuk bangkit dan melangkah maju juga. Ayo Rheanna semangat...!!!!
Aku jadi teringat lagi akan kata-kata mami. ”Rhe...di saat-saat kamu merasa diri paling lemah, di situlah saat di mana kamu dibentuk untuk menjadi lebih tegar. Jangan terus menerus meratap karena saat-saat kelam itu bukan diijinkan terjadi untuk membuat kamu semakin lemah, tetapi untuk membuat kamu semakin tegak berdiri. Jadi Rhe...apapun yang terjadi kita harus tetap semangat dalam menjalani hidup.” begitu pesan mami.
Akh...untung aku masih punya mami yang begitu optimis dalam menjalani hidup, dia memang wanita yang paling kubanggakan, kupuja, teladan hidupku. Kasih sayangnya, perhatian, dukungannya, optimismenya mampu membuatku bertahan menghadapi berbagai badai hidup. Kata-kata bijaknya selalu mampu menyegarkan hatiku, seperti oase di tengah padang gurun.
Ya....fokus sama cinta yang ada di sekitar kita saat kita merasa terpuruk memang salah satu cara yang ampuh untuk membangkitkan semangat. Terima kasih Tuhan...masih ada ibu yang begitu luar biasa yang Kau berikan untukku. Berjuta kata terima kasih pun takkan sanggup untuk mengungkapkan betapa aku bersyukur dikaruniakan ibu yang begitu luar biasa dalam hidup ini.
Ayo Rhea semangat! Hidup terus berjalan, jadi jangan sia-siakan hanya dengan meratap. Aku memejamkan mataku untuk mengingat senyum hangat papa. Pa...Rhea sayang banget sama papa....sama kaya mami, papa juga selalu bilang Rhea ga boleh putus asa dalam menjalani hidup, hidup harus dijalani dengan sebaik-baiknya karena waktu ga bisa diulang kan, Pa? Rhea mau terus maju....papa di surga tenang aja ya....jangan sedih ya...Rhea janji malam ini merupakan malam terakhir Rhea meratapi kepergian papa dan Ryan...doain Rhe terus dari surga sana ya, Pa!
Hujan sudah benar-benar reda, entah mengapa...suasana hatikupun membaik. Kuukir sebuah senyum yang termanis untuk papaku di surga. Kubangun kembali semangatku dan harapanku. Aku mau terus menjalani hidup dengan penuh semangat!
Ya ampun....sudah jam 9 malam, mami pasti udah dari tadi nungguin aku buat makan malam. Saatnya untuk pulang nih.....
Segera kubayar minuman yang kupesan dan beranjak dari cafe itu. Akh...lega rasanya, entah mengapa hatiku terasa lebih plong. Terima kasih Tuhan....terima kasih karena telah menggantikan kesedihan dengan damai. Kulangkahkan kakiku dengan ringan melewati pintu gerbang cafe.
Waduh...saking ringannya langkahku, aku merasa seperti melayang. Tanah yang kuinjak mendadak menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya. Rasanya waktu minggu lalu aku melewati jalan ini, semua masih datar-datar saja deh? Kuarahkan pandanganku ke bawah kakiku untuk melihat keadaan jalan. Waduh........ternyata aku menginjak sebuah buku tebal.
Uwah....maafkan aku ya...siapapun yang memiliki buku ini, maaf sudah membuat bukumu kotor! Refleksku segera bekerja dengan baik untuk mengambil buku yang bersampul hijau tua itu. Ini buku siapa ya? Rasanya di sekitarku tidak ada orang yang menjatuhkan buku deh! Gimana cara aku mengembalikan buku ini kepada pemiliknya? Apa aku titipkan saja kepada pengurus cafe itu ya? Tapi nanti hilang engga ya?
Aku bingung sekali, mau diapakan buku ini? Kubuka halaman depannya, untuk mengetahui identitas dari pemilik buku ini. Di halaman pertama, tidak ada identitas yang jelas tentang pemiliknya. Kubuka halaman kedua, di sudut bawah kanan terdapat segurat tanda tangan, ternyata nama pemiliknya Joshua. Akh...nama yang bagus sekali....nampaknya pemilik buku ini seorang pria. Tapi tidak ada alamat atau nomor telpon, bagaimana aku bisa mengembalikan buku ini? Kubolak-balik beberapa halaman untuk mencari tahu identitas diri orang ini.
Ternyata buku ini adalah sebuah diari. Maaf ya....aku tidak bermaksud mengetahui kehidupanmu. Aduh Joshua....bagaimana aku bisa menemukan kamu di tengah ratusan mungkin ribuan orang di Jakarta ini yang bernama Joshua juga?
Kutatap langit malam walau aku tahu aku tidak mungkin mendapatkan jawabannya di sana. Malam semakin larut, sudah saatnya pulang sebelum mami tambah panik, ya sudahlah....kusimpan saja diari ini, semoga saja aku bisa menemukan petunjuk tentang si Joshua ini.
Kamis, 13 Mei 2010
dua sisi mata uang
pagi ini dalam doaku, aku menemukan pengertian ini…..setiap kejadian itu memiliki dua sisi, seperti uang logam yang selalu memiliki 2 sisi, ada sisi yang baik…n ada sisi yang buruk….persepsi yang terbentuk tentulah akan disesuaikan dengan bagian atau sisi mana yang menjadi fokus kita.
apabila kita hanya melihat satu sisi saja dan mengabaikan sisi yang lain, kita tentunya tidak bisa melihat secara komprehensif suatu kejadian. bila melihat sisi negatif saja dari suatu kejadian, tentunya kita akan diselimuti oleh perasaan hancur, kecewa, putus asa, dan emosi negatif lainnya. akan tetapi, bila kita melihat dari sisi positif, kita akan bisa bersyukur atau mungkin kita malah tidak belajar dari kejadian2 tersebut…
lalu bagaimana cara mendapat suatu persepsi yang komprehensif ? jangan hanya terfokus kepada salah satu sisi dari mata uang tersebut, tetapi coba berdirikan, ambil jarak dari koin tersebut, lalu pandangi dari berbagai sudut pandang…tentunya kita bisa melihat kedua sisinya termasuk lingkungan di sekitar mata uang tersebut, sehingga kita bisa mendapatkan gambaran menyeluruh….terpaku hanya pada satu sisi, akan membuat pikiran kita sempit dan menjadikan kita hanya terfokus pada diri sendiri…
saat kita membuka cakrawala sudut pandang kita, tentunya kita akan menemukan bahwa terkadang kejadian yang kita alami, tidak seperti yang kita pikirkan, selalu ada keindahan dari tiap kejadian….dan kemampuan untuk bisa melihat suatu kejadian dari berbagai sudut pandang bila terus dilatih akan membawa kita pada kebijaksanaan.
GBUs all
apabila kita hanya melihat satu sisi saja dan mengabaikan sisi yang lain, kita tentunya tidak bisa melihat secara komprehensif suatu kejadian. bila melihat sisi negatif saja dari suatu kejadian, tentunya kita akan diselimuti oleh perasaan hancur, kecewa, putus asa, dan emosi negatif lainnya. akan tetapi, bila kita melihat dari sisi positif, kita akan bisa bersyukur atau mungkin kita malah tidak belajar dari kejadian2 tersebut…
lalu bagaimana cara mendapat suatu persepsi yang komprehensif ? jangan hanya terfokus kepada salah satu sisi dari mata uang tersebut, tetapi coba berdirikan, ambil jarak dari koin tersebut, lalu pandangi dari berbagai sudut pandang…tentunya kita bisa melihat kedua sisinya termasuk lingkungan di sekitar mata uang tersebut, sehingga kita bisa mendapatkan gambaran menyeluruh….terpaku hanya pada satu sisi, akan membuat pikiran kita sempit dan menjadikan kita hanya terfokus pada diri sendiri…
saat kita membuka cakrawala sudut pandang kita, tentunya kita akan menemukan bahwa terkadang kejadian yang kita alami, tidak seperti yang kita pikirkan, selalu ada keindahan dari tiap kejadian….dan kemampuan untuk bisa melihat suatu kejadian dari berbagai sudut pandang bila terus dilatih akan membawa kita pada kebijaksanaan.
GBUs all
4 musim
hari ini aku merenungkan tentang 4 musim dalam dunia ini, mungkin aku lupa urutannya, tapi aku merasa hidupku pun penuh dengan 4 musim
ada kalanya aku merasa hidupku bagai musim semi, dimana semua berjalan sesuai dengan yang kuharapkan, hidupku penuh dengan cinta, segala sesuatu berjalan sangat lancar
namun kemudian datang musim gugur, dimana satu per satu masalah mulai menghadang, menggugurkan smangat dan kekuatanku
setelah itu datanglah musim dingin, dimana semua tampak dead end, membuatku tersiksa dalam kedinginan, semua tampak begitu suram, mati….
lalu datanglah musim panas, dimana hangatnya mentari menggantikan dingin yang begitu menggigit, membuatku kembali bersemangat menjalani hidup ini karena aku tau masih ada harapan untuk hari esok…
walau musim berganti, aku tau Tuhan, Kau selalu ada…menemani tiap langkahku
aku telah mengalami musim dingin yang terasa berat bagiku, dan aku sungguh menanti datangnya musim semi, mungkin juga musim itu sudah datang, hanya aku yang tidak menyadarinya…sungguhkah musim itu sudah datang Tuhan? apapun musim dalam hidupku, aku akan menjalaninya dengan semangat, karena aku tau Tuhan besertaku dan dia besertamu juga..amin
ada kalanya aku merasa hidupku bagai musim semi, dimana semua berjalan sesuai dengan yang kuharapkan, hidupku penuh dengan cinta, segala sesuatu berjalan sangat lancar
namun kemudian datang musim gugur, dimana satu per satu masalah mulai menghadang, menggugurkan smangat dan kekuatanku
setelah itu datanglah musim dingin, dimana semua tampak dead end, membuatku tersiksa dalam kedinginan, semua tampak begitu suram, mati….
lalu datanglah musim panas, dimana hangatnya mentari menggantikan dingin yang begitu menggigit, membuatku kembali bersemangat menjalani hidup ini karena aku tau masih ada harapan untuk hari esok…
walau musim berganti, aku tau Tuhan, Kau selalu ada…menemani tiap langkahku
aku telah mengalami musim dingin yang terasa berat bagiku, dan aku sungguh menanti datangnya musim semi, mungkin juga musim itu sudah datang, hanya aku yang tidak menyadarinya…sungguhkah musim itu sudah datang Tuhan? apapun musim dalam hidupku, aku akan menjalaninya dengan semangat, karena aku tau Tuhan besertaku dan dia besertamu juga..amin
Otak dan Cinta
hari ini aku mendapat kuliah yang sangat menarik sekali….aku belajar tentang otak manusia dan segala strukturnya..ternyata otak manusia itu hebat n luar biasa menarik…
bayangkan otak kita yang mungkin hanya sebesar dua genggam tangan dan tidak lebih dari 2kg mungkin, tapi bisa mengatur keseluruhan tubuh…dan otak pun memiliki dampak terhadap tingkah laku manusia, emosi dan fungsi tubuh tentunya…wow…amazing right?
yang lebih menarik, kerusakan di bagian otak tertentu ternyata bisa berdampak terhadap fungsi tubuh tertentu,jadi saat ada fungsi tubuh tertentu yang eror, tidak berarti otak kita semuanya rusak. beberapa bagian dari otak pun terkadang bekerja sama untuk menghasilkan suatu fungsi tubuh tertentu, jadi otak bisa dipandang sebagai suatu keseluruhan namun juga sebagai suatu bagian yang mandiri..
lalu lucunya, entah mengapa tiba2 terlintas dalam otakku, kaitan antara otak dan tubuh dengan masalah dan hubungan…ternyata ada kemiripan tersendiri
cinta pun bisa dipandang sebagai suatu keseluruhan dan bagian yang berdiri mandiri. terkadang saat kita mengalami masalah dalam hubungan kita merasa seluruh hubungan terancam, padahal kalau kita berpikir dengan kepala dingin dan secara analitis, mungkin kita akan menemukan hanya beberapa bagian saja dari hubungan kita yang perlu diperbaiki, tidak berarti keseluruhan hubungan yang harus menjadi taruhannya. tugas kita tentunya menemukan bagian mana yang perlu diperbaiki lalu bagaimana dampak kerusakan akibat bagian itu sehingga kita bisa mencari solusinya.
selain itu, terkadang kerja sama dari beberapa komponen dari cinta, such as toleransi, kesabaran, pengorbanan dan pengampunan, yang mampu mempertahankan suatu hubungan, tidak ada suatu komponen cinta tertentu yang dapat berdiri sendiri untuk mempertahankan sebuah hubungan.
namun, perbedaan yang paling besar antara otak dan cinta adalah masalah perbaikan dari suatu kerusakan. pada otak, tidak semua bagian atau fungsi yang rusak dapat diobati dengan treatment atau obat apapun, namun pada cinta, semua luka dapat diampuni asalkan ada hati yang penuh dengan belas kasihan dan pengampunan. itulah kenapa orang sering bilang cinta itu terkadang di luar logika manusia…tapi itulah hebatnya dan indahnya cinta
at the end of my study today, i smiled n i thanks GOD for the love that i feel, the love that i already received n the love that would always be provided for me…..
bayangkan otak kita yang mungkin hanya sebesar dua genggam tangan dan tidak lebih dari 2kg mungkin, tapi bisa mengatur keseluruhan tubuh…dan otak pun memiliki dampak terhadap tingkah laku manusia, emosi dan fungsi tubuh tentunya…wow…amazing right?
yang lebih menarik, kerusakan di bagian otak tertentu ternyata bisa berdampak terhadap fungsi tubuh tertentu,jadi saat ada fungsi tubuh tertentu yang eror, tidak berarti otak kita semuanya rusak. beberapa bagian dari otak pun terkadang bekerja sama untuk menghasilkan suatu fungsi tubuh tertentu, jadi otak bisa dipandang sebagai suatu keseluruhan namun juga sebagai suatu bagian yang mandiri..
lalu lucunya, entah mengapa tiba2 terlintas dalam otakku, kaitan antara otak dan tubuh dengan masalah dan hubungan…ternyata ada kemiripan tersendiri
cinta pun bisa dipandang sebagai suatu keseluruhan dan bagian yang berdiri mandiri. terkadang saat kita mengalami masalah dalam hubungan kita merasa seluruh hubungan terancam, padahal kalau kita berpikir dengan kepala dingin dan secara analitis, mungkin kita akan menemukan hanya beberapa bagian saja dari hubungan kita yang perlu diperbaiki, tidak berarti keseluruhan hubungan yang harus menjadi taruhannya. tugas kita tentunya menemukan bagian mana yang perlu diperbaiki lalu bagaimana dampak kerusakan akibat bagian itu sehingga kita bisa mencari solusinya.
selain itu, terkadang kerja sama dari beberapa komponen dari cinta, such as toleransi, kesabaran, pengorbanan dan pengampunan, yang mampu mempertahankan suatu hubungan, tidak ada suatu komponen cinta tertentu yang dapat berdiri sendiri untuk mempertahankan sebuah hubungan.
namun, perbedaan yang paling besar antara otak dan cinta adalah masalah perbaikan dari suatu kerusakan. pada otak, tidak semua bagian atau fungsi yang rusak dapat diobati dengan treatment atau obat apapun, namun pada cinta, semua luka dapat diampuni asalkan ada hati yang penuh dengan belas kasihan dan pengampunan. itulah kenapa orang sering bilang cinta itu terkadang di luar logika manusia…tapi itulah hebatnya dan indahnya cinta
at the end of my study today, i smiled n i thanks GOD for the love that i feel, the love that i already received n the love that would always be provided for me…..
Belajar dari Ice rink ^^
Hari ini aku kembali teringat akan suatu tempat yang selalu membuatku terkagum-kagum, mungkin bagi sebagian orang tempat ini sangat membosankan, namun bagiku tempat ini memiliki makna tersendiri…..tempat itu ada di salah satu mall terbesar di Jakarta barat, sebuah arena ice skating…
Ada banyak sekali hal yang menarik dari arena ini. Aku menemukan bahwa arena ini mirip sekali dengan arena kehidupan manusia, dimana di dalamnya kita bisa menemukan berbagai macam karakteristik manusia, ada yang asyik sendiri bermain, ada yang berusaha membantu dan mengajari temannya bermain, ada pasangan yang asyik bergandengan tangan, ada yang bermain hanya untuk fun namun ada juga yang serius….
Sama halnya bukan dengan kehidupan, ada manusia yang menjalani hidupnya dengan bermain-main, ada yang serius menjalani hidupnya, ada yang perhatian dengan sesama, ada yang cuek, ada yang romantis, dan lain sebagainya
Menurutku, kehidupan manusia sama halnya dengan bermain ice skating, setiap kita yang bermain, berusaha memutari arena ice skating, entah dengan lancar, tertatih-tatih, dan sedapat mungkin kita berusaha untuk tidak jatuh. Kita berusaha untuk mencapai setidaknya satu putaran.
Begitu pula dalam kehidupan kita, ada target2 yang harus dicapai, impian2 yang diraih, dan entah bagaimana kita berusaha keras untuk meraih dan mencapainya walau kita harus tertatih-tatih,ataupun merangkak. Tentunya, kita pasti berharap agar sebisa mungkin kita menjalaninya dengan mulus, lancar, dan menghindari hal-hal yang buruk atau negatif dalam hidup ini, yah..jangan sampai jatuh lah kalau bisa…sayangnya seringkali di saat-saat yang tidak kita duga, walaupun kita sudah sangat berhati-hati, akhirnya kita jatuh juga….di saat2 seperti itu mungkin kita merasa malu, takut untuk bangkit lagi karena takut jatuh lagi, sakit, sedih, dsb. Kita menganggap bahwa jatuh merupakan suatu hal yang buruk atau memalukan, namun pernahkah kita melihat dari sudut pandang yang lain bahwa jatuh pun bisa membawa kebaikan dalam hidup kita?
Aku pun ikut merenungkan apa sih sisi positif dari jatuh…lalu aku menemukannya…saat kita jatuh, kita mungkin akan merasa itulah saat2 tersuram dalam hidup kita….tapi sebenarnya setiap kita perlu jatuh setidaknya sekali dalam hidup ini. Dengan jatuh, kita bisa belajar banyak hal, misal : menjadi tegar, menjadi lebih berani, menjadi lebih bersyukur, lebih sabar, lebih competence, lebih tau mana saudara n sahabat yang sejati itu, dll. Saat seseorang jatuh, apalagi di lembah yang paling dalam, itulah saat2 awal kebangkitan seseorang…permulaan sesuatu yang baru, yang lebih baik dari sebelumnya, suatu revolusi dalam kehidupan kita. Perkembangan dan revolusi dari ilmu pengetahuan pun ternyata melalui tahap2 yang sama, kejatuhan suatu teori karena adanya kritik2, namun dengan adanya kritik itu, muncul revolusi dan ilmu semakin berkembang serta menghasilkan pemahaman baru yang lebih komprehensif dari sebelumnya. Begitu pula dengan hidup manusia, terkadang kejadian buruk terjadi, untuk mendatangkan kebaikan, seperti ada tertulis bahwa Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi yang mengasihiNya (Roma 8:28). Kejadian2 buruk dapat membentuk dan mengembangkan hidup manusia serta membantu kita memaknai kehidupan, asalkan kita tidak terus terhanyut dalam usaha mengasihani diri, melainkan mencari sisi positif dan bangkit kembali.
Sama halnya dengan orang yang jatuh kemudian bangkit dan terus meluncur sehingga dia bisa memutari arena ice skating, begitu pula orang yang bangkit setelah kejatuhan itulah sang pemenang…mereka yang sudah memutari satu putaran, bukan lagi pribadi yang sama, namun suatu pribadi baru yang sudah punya lebih banyak pengalaman, modal, kekuatan dan kematangan dalam menghadapi putaran berikutnya. Jadi…jatuh bukanlah sesuatu hal yang perlu ditakuti lagi, dan hal yang terindah dalam hidup ini bukan karena kita tidak pernah jatuh, tapi bagaimana kita bisa bangkit setelah kejatuhan yang kita alami dan menjadi pribadi yang lebih baik.
God bless us all…
Ada banyak sekali hal yang menarik dari arena ini. Aku menemukan bahwa arena ini mirip sekali dengan arena kehidupan manusia, dimana di dalamnya kita bisa menemukan berbagai macam karakteristik manusia, ada yang asyik sendiri bermain, ada yang berusaha membantu dan mengajari temannya bermain, ada pasangan yang asyik bergandengan tangan, ada yang bermain hanya untuk fun namun ada juga yang serius….
Sama halnya bukan dengan kehidupan, ada manusia yang menjalani hidupnya dengan bermain-main, ada yang serius menjalani hidupnya, ada yang perhatian dengan sesama, ada yang cuek, ada yang romantis, dan lain sebagainya
Menurutku, kehidupan manusia sama halnya dengan bermain ice skating, setiap kita yang bermain, berusaha memutari arena ice skating, entah dengan lancar, tertatih-tatih, dan sedapat mungkin kita berusaha untuk tidak jatuh. Kita berusaha untuk mencapai setidaknya satu putaran.
Begitu pula dalam kehidupan kita, ada target2 yang harus dicapai, impian2 yang diraih, dan entah bagaimana kita berusaha keras untuk meraih dan mencapainya walau kita harus tertatih-tatih,ataupun merangkak. Tentunya, kita pasti berharap agar sebisa mungkin kita menjalaninya dengan mulus, lancar, dan menghindari hal-hal yang buruk atau negatif dalam hidup ini, yah..jangan sampai jatuh lah kalau bisa…sayangnya seringkali di saat-saat yang tidak kita duga, walaupun kita sudah sangat berhati-hati, akhirnya kita jatuh juga….di saat2 seperti itu mungkin kita merasa malu, takut untuk bangkit lagi karena takut jatuh lagi, sakit, sedih, dsb. Kita menganggap bahwa jatuh merupakan suatu hal yang buruk atau memalukan, namun pernahkah kita melihat dari sudut pandang yang lain bahwa jatuh pun bisa membawa kebaikan dalam hidup kita?
Aku pun ikut merenungkan apa sih sisi positif dari jatuh…lalu aku menemukannya…saat kita jatuh, kita mungkin akan merasa itulah saat2 tersuram dalam hidup kita….tapi sebenarnya setiap kita perlu jatuh setidaknya sekali dalam hidup ini. Dengan jatuh, kita bisa belajar banyak hal, misal : menjadi tegar, menjadi lebih berani, menjadi lebih bersyukur, lebih sabar, lebih competence, lebih tau mana saudara n sahabat yang sejati itu, dll. Saat seseorang jatuh, apalagi di lembah yang paling dalam, itulah saat2 awal kebangkitan seseorang…permulaan sesuatu yang baru, yang lebih baik dari sebelumnya, suatu revolusi dalam kehidupan kita. Perkembangan dan revolusi dari ilmu pengetahuan pun ternyata melalui tahap2 yang sama, kejatuhan suatu teori karena adanya kritik2, namun dengan adanya kritik itu, muncul revolusi dan ilmu semakin berkembang serta menghasilkan pemahaman baru yang lebih komprehensif dari sebelumnya. Begitu pula dengan hidup manusia, terkadang kejadian buruk terjadi, untuk mendatangkan kebaikan, seperti ada tertulis bahwa Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi yang mengasihiNya (Roma 8:28). Kejadian2 buruk dapat membentuk dan mengembangkan hidup manusia serta membantu kita memaknai kehidupan, asalkan kita tidak terus terhanyut dalam usaha mengasihani diri, melainkan mencari sisi positif dan bangkit kembali.
Sama halnya dengan orang yang jatuh kemudian bangkit dan terus meluncur sehingga dia bisa memutari arena ice skating, begitu pula orang yang bangkit setelah kejatuhan itulah sang pemenang…mereka yang sudah memutari satu putaran, bukan lagi pribadi yang sama, namun suatu pribadi baru yang sudah punya lebih banyak pengalaman, modal, kekuatan dan kematangan dalam menghadapi putaran berikutnya. Jadi…jatuh bukanlah sesuatu hal yang perlu ditakuti lagi, dan hal yang terindah dalam hidup ini bukan karena kita tidak pernah jatuh, tapi bagaimana kita bisa bangkit setelah kejatuhan yang kita alami dan menjadi pribadi yang lebih baik.
God bless us all…
A winner's Creed
if you think you are beaten, you are
if you think you dare not, you don’t
if you’d like to win, bu think you can’t, it’s almost a cinch you won’t
if you think you’ll lose, you’re lost
for out in the world we find success begins with a person’s faith
it’s all in the state of mind
life’s battles don’t always go to the stronger or faster hand
they go to the one who trusts in God and always thinks “I can”
-anonymous-
so here is the formula of a winner = effort+faith/God+positive thinking
GB us all
if you think you dare not, you don’t
if you’d like to win, bu think you can’t, it’s almost a cinch you won’t
if you think you’ll lose, you’re lost
for out in the world we find success begins with a person’s faith
it’s all in the state of mind
life’s battles don’t always go to the stronger or faster hand
they go to the one who trusts in God and always thinks “I can”
-anonymous-
so here is the formula of a winner = effort+faith/God+positive thinking
GB us all
Rabu, 12 Mei 2010
The Most Beautiful Moment In My life
The most beauteous moment in my life…
Not when I win the hard game
Not when I am the first on the line
Not when I could buy all things in the world
Not when I gain the utmost achievement
Not when I am able to be on the highest point
Not when I have the most divine jewel in the world
Not when I have the best job
Not when I am adored
Not when eyes are impressively fixed on me
Not when I become the richest person in the world
The most beauteous moment in my life is…
When I meet you
When I am right beside you
When you look gently as if say I am the most beautiful lady in your eyes
When I am in your future
When I live together with you
When I walk together with you, holding hands through happiness and sadness…forever
Not when I win the hard game
Not when I am the first on the line
Not when I could buy all things in the world
Not when I gain the utmost achievement
Not when I am able to be on the highest point
Not when I have the most divine jewel in the world
Not when I have the best job
Not when I am adored
Not when eyes are impressively fixed on me
Not when I become the richest person in the world
The most beauteous moment in my life is…
When I meet you
When I am right beside you
When you look gently as if say I am the most beautiful lady in your eyes
When I am in your future
When I live together with you
When I walk together with you, holding hands through happiness and sadness…forever
Hanya Perlu Belajar
aku berjalan di tengah gelap malam
berkali tersandung...sakit..
namun aku tetap bangkit
bukan karena aku kuat
namun karena aku tak tahu bagaimana cara berhenti..
terisakku di tengah gelap malam
bukan karena kesepian
bukan karena kemarahan
bukan karena kesedihan
hanya karena tak ada kehangatan
ketika doaku seakan tak dijawab
aku terus mengetuk
mungkin tanganku terluka
mungkin lututku mulai melepuh
aku tetap berdoa
bukan karena aku sangat beriman
hanya karena aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan
ketika aku terjatuh namun hanya cibiran yang kudapat
ketika aku butuh pelukan namun hanya makian yang kuterima
ketika mereka meremehkanku aku tetap diam
bukan karena aku tak berani melawan atau membela diriku
hanya karena aku tak bisa membalas
terdudukku di tengah sepinya malam
hening bukan berarti sepi
diam bukan berarti lemah
menangis tak berarti sedih
teriak tak berarti marah
memberi tak berarti kaya
meminta tak berarti miskin
mengalah tak berarti kalah
tertawa tak berarti bahagia
yang kutahu hanyalah satu
bahwa aku tak tahu apa-apa...
walau terkadang aku merasa tahu
walau terkadang aku merasa aku menguasai banyak hal
walau terkadang aku merasa aku bisa
tapi kenyataannya aku tak tahu apa-apa
tapi tak tahu tak berarti bodoh
hanya tak berpengalaman
hanya perlu belajar lebih banyak dan lebih keras lagi...
berkali tersandung...sakit..
namun aku tetap bangkit
bukan karena aku kuat
namun karena aku tak tahu bagaimana cara berhenti..
terisakku di tengah gelap malam
bukan karena kesepian
bukan karena kemarahan
bukan karena kesedihan
hanya karena tak ada kehangatan
ketika doaku seakan tak dijawab
aku terus mengetuk
mungkin tanganku terluka
mungkin lututku mulai melepuh
aku tetap berdoa
bukan karena aku sangat beriman
hanya karena aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan
ketika aku terjatuh namun hanya cibiran yang kudapat
ketika aku butuh pelukan namun hanya makian yang kuterima
ketika mereka meremehkanku aku tetap diam
bukan karena aku tak berani melawan atau membela diriku
hanya karena aku tak bisa membalas
terdudukku di tengah sepinya malam
hening bukan berarti sepi
diam bukan berarti lemah
menangis tak berarti sedih
teriak tak berarti marah
memberi tak berarti kaya
meminta tak berarti miskin
mengalah tak berarti kalah
tertawa tak berarti bahagia
yang kutahu hanyalah satu
bahwa aku tak tahu apa-apa...
walau terkadang aku merasa tahu
walau terkadang aku merasa aku menguasai banyak hal
walau terkadang aku merasa aku bisa
tapi kenyataannya aku tak tahu apa-apa
tapi tak tahu tak berarti bodoh
hanya tak berpengalaman
hanya perlu belajar lebih banyak dan lebih keras lagi...
Satu Putaran
aku berjalan...tanpa terasa sudah membentuk satu putaran
aku terus berjalan...tapa terasa sudah melampaui dua putaran
rasanya seperti menjalani rutinitas semu...
terus berjalan membentuk putaran demi putaran yang sama....
seolah tak membuat suatu kemajuan yang berarti..
karena seolah aku berputar-putar dalam duniaku sendiri
namun tanpa kusadari...
saat aku memasuki putaran yang kedua..
walau itu putaran yang sama dengan yang pertama
aku bukan lagi pribadi yang sama
karena aku adalah pribadi yang sudah melalui dua putaran
bukan lagi satu putaran
begitu pula ketika aku menyelesaikan putaran ketiga
aku bukan lagi pribadi yang sama dengan pribadi dua putaran
karena aku sudah melampaui tiga putaran
terkadang manusia perlu kembali ke titik awal dia berdiri
untuk melihat segalanya dari sudut pandang yang baru
untuk memandang sekitarnya dengan kacamata yang baru
saat kita berdiri di tempat yang sama setelah kita berputar
dan kita bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda
berbeda dari cara kita memandang saat kita pertama kali berdiri di tempat tersebut
tandanya kita sudah belajar dari hidup
menemukan makna hidup dan mengaplikasikannya ke dalam kacamata pandang yang baru
walau terasa hidup ini hanya berputar di tempat
namun tiap langkah mengajarkan sesuatu
tiap putaran memiliki suatu makna yang memberikan modal atau kekuatan untuk melangkah pada putaran berikutnya
tiap jejak kaki meninggalkan pesan dan kesan
tiap keringat yang terjatuh memberikan arti bagi sebuah perjuangan
tidak pernah ada yang sia-sia
asal kita mencoba mengenali makna kehidupan
dan membagikannya kepada yang lain
dan akhirnya...walau aku tetap sama...
walau dinamika hidupku seolah tidak berubah
namun aku diperbaharui menjadi pribadi yang baru tiap kali aku melangkah
asalkan aku percaya, dan aku akan melihat
bahwa aku adalah pribadi yang baru, baru menyelesaikan satu putaran lagi
baru menemukan yang baru dari kehidupan untuk selalu dipelajari
aku terus berjalan...tapa terasa sudah melampaui dua putaran
rasanya seperti menjalani rutinitas semu...
terus berjalan membentuk putaran demi putaran yang sama....
seolah tak membuat suatu kemajuan yang berarti..
karena seolah aku berputar-putar dalam duniaku sendiri
namun tanpa kusadari...
saat aku memasuki putaran yang kedua..
walau itu putaran yang sama dengan yang pertama
aku bukan lagi pribadi yang sama
karena aku adalah pribadi yang sudah melalui dua putaran
bukan lagi satu putaran
begitu pula ketika aku menyelesaikan putaran ketiga
aku bukan lagi pribadi yang sama dengan pribadi dua putaran
karena aku sudah melampaui tiga putaran
terkadang manusia perlu kembali ke titik awal dia berdiri
untuk melihat segalanya dari sudut pandang yang baru
untuk memandang sekitarnya dengan kacamata yang baru
saat kita berdiri di tempat yang sama setelah kita berputar
dan kita bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda
berbeda dari cara kita memandang saat kita pertama kali berdiri di tempat tersebut
tandanya kita sudah belajar dari hidup
menemukan makna hidup dan mengaplikasikannya ke dalam kacamata pandang yang baru
walau terasa hidup ini hanya berputar di tempat
namun tiap langkah mengajarkan sesuatu
tiap putaran memiliki suatu makna yang memberikan modal atau kekuatan untuk melangkah pada putaran berikutnya
tiap jejak kaki meninggalkan pesan dan kesan
tiap keringat yang terjatuh memberikan arti bagi sebuah perjuangan
tidak pernah ada yang sia-sia
asal kita mencoba mengenali makna kehidupan
dan membagikannya kepada yang lain
dan akhirnya...walau aku tetap sama...
walau dinamika hidupku seolah tidak berubah
namun aku diperbaharui menjadi pribadi yang baru tiap kali aku melangkah
asalkan aku percaya, dan aku akan melihat
bahwa aku adalah pribadi yang baru, baru menyelesaikan satu putaran lagi
baru menemukan yang baru dari kehidupan untuk selalu dipelajari
Smangat
manusia bukanlah seonggok daging
bukan segudang nafsu
bukan sekedar rasio semata
bukan pula perasaan melulu...
manusia bukan mahkluk lemah
dalam diri manusia telah dibekali sejuta asa
ada gudang harapan yang tiada pernah habis
telah dibekali kekuatan untuk menempuh perjalanan hidupnya
jadi jangan anggap dirimu lemah
jangan anggap dirimu tak berdaya
jangan anggap dirimu kalah
penderitaan ada bukan untuk menghukum
melainkan suatu latihan untuk menjadi lebih tegar
kesedihan ada bukan untuk menyakiti
melainkan untuk belajar menerima kasih dan berempati
kegagalan diijinkan terjadi bukan untuk menjatuhkan
melainkan memupuk keberanian dan semangat pantang menyerah
luka terjadi bukan untuk menghancurkan
melainkan untuk memperhalus karakter yang kasar
saat jalan di depan mata dihadang oleh tembok kokoh
mungkin kita perlu memutar
saat pergumulan terasa melelahkan
mungkin kita perlu beristirahat sejenak
saat kita tak tahu lagi apa jawaban dari semua pertanyaan
mungkin kita terlalu jauh dari sang Pencipta
saat dada ini terasa sesak
mungkin menangis bukanlah suatu kelemahan
saat pikiran kita buntu
mungkin kita perlu melihat dari sudut pandang yang lain
hidup memang keras
namun bukan berarti tak bisa ditaklukan
jangan kalah dengan tantangan dunia
karena kita sudah pernah menang sewaktu kita keluar dari rahim ibu
jadi jangan merasa dirimu pecundang... karena kamu adalah pemenang
smangat smua...:)
bukan segudang nafsu
bukan sekedar rasio semata
bukan pula perasaan melulu...
manusia bukan mahkluk lemah
dalam diri manusia telah dibekali sejuta asa
ada gudang harapan yang tiada pernah habis
telah dibekali kekuatan untuk menempuh perjalanan hidupnya
jadi jangan anggap dirimu lemah
jangan anggap dirimu tak berdaya
jangan anggap dirimu kalah
penderitaan ada bukan untuk menghukum
melainkan suatu latihan untuk menjadi lebih tegar
kesedihan ada bukan untuk menyakiti
melainkan untuk belajar menerima kasih dan berempati
kegagalan diijinkan terjadi bukan untuk menjatuhkan
melainkan memupuk keberanian dan semangat pantang menyerah
luka terjadi bukan untuk menghancurkan
melainkan untuk memperhalus karakter yang kasar
saat jalan di depan mata dihadang oleh tembok kokoh
mungkin kita perlu memutar
saat pergumulan terasa melelahkan
mungkin kita perlu beristirahat sejenak
saat kita tak tahu lagi apa jawaban dari semua pertanyaan
mungkin kita terlalu jauh dari sang Pencipta
saat dada ini terasa sesak
mungkin menangis bukanlah suatu kelemahan
saat pikiran kita buntu
mungkin kita perlu melihat dari sudut pandang yang lain
hidup memang keras
namun bukan berarti tak bisa ditaklukan
jangan kalah dengan tantangan dunia
karena kita sudah pernah menang sewaktu kita keluar dari rahim ibu
jadi jangan merasa dirimu pecundang... karena kamu adalah pemenang
smangat smua...:)
Kado Natal
Pertama kali aku melihatnya, tubuhnya terbaring lemah di atas tempat tidur, makanannya tak disentuh, pandangan matanya kosong..menatapku namun seolah bukan aku yang ada di hadapannya, bicaranya melantur....kehadiranku seolah tak diinginkan, dan ditanggapi dengan acuh tak acuh, jujur saja awalnya aku takut padanya.....menurutnya pikirannya sedang kacau....kupingnya mendengar banyak suara sehingga membuat pikirannya kacau....aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan...yang ada aku hanya menemaninya...walau terbaring lemah...sang suami dengan setia menemaninya dan tidak mengeluh dengan keadaannya..
pada esok hari keadaannya membaik....ia sudah dapat bangun untuk makan, namun bicaranya masih kacau dan ia masih mendengar suara-suara yang menganggunya, hanya ia yang mendengar, orang lain tak bisa mendengarnya....di hari kedua pertemuan kami...ternyata ia mendapat serangan kejang pada subuh dan setelah waktu maghrib....aku benar-benar tidak tahu harus diapakan ibu ini....seperti hari sebelumnya aku hanya bisa menyapa dan menemaninya walau hanya sebentar serta memperlakukannya seperti layaknya orang normal lainnya.
di hari ketiga...keadaannya semakin membaik, ia semakin aktif...tanpa sadar rasa takutku berkurang berganti dengan sukacita karena keadaannya semakin membaik...aku tidak lagi melihatnya sebagai objek kasusku, melainkan seorang wanita yang berjuang melawan penyakitnya....walau ia masih berbicara melantur...sang suami dengan setia menemaninya...bagiku betapa besar cinta dan kesabaran sang suami.....ia tak pernah pulang seharipun meninggalkan istrinya di rumah sakit tersebut...
di hari keempat...awalnya ketika pagi hari aku menemuinya, keadaannya tampak baik-baik saja walau ia masih mendengar suara-suara, namun ketika siang hari....keadaannya semakin memburuk, suara-suara semakin kencang dan sering ia dengar..aku semakin bingung harus berbuat apa....ia menjadi gaduh dan gelisah..berjalan mondar-mandir tak karuan, memarahi petugas rumah sakit dan mencurigai para dokter termasuk aku.....aku benar-benar bingung....kembali aku hanya menemaninya dan menenangkannya....begitu pula sang suami...walau mungkin di dalam hatinya ada rasa malu dan pusing melihat kelakuan istrinya... ia hanya duduk diam dan mengawasi perilaku istrinya tanpa menghakimi atau menegur perilaku istrinya yang gaduh gelisah.....betapa besar kesabarannya..ia mengatakan suatu hal yang tak akan pernah aku lupakan, "Ya...kita harus terima apa pun keadaannya, tak hanya dalam suka saja...dalam keadaan sakit atau terkena musibah begini juga kita harus ikhlas" benar-benar menyentuh dan menjadi bukti bahwa cinta sejati memang ada, walau awalnya mereka dijodohkan oleh orangtua....kutahan air mataku....aku salut pada suaminya....ia tak pernah meninggalkan istrinya sehari pun..begitu setianya menemani sang istri, luar biasa....begitu pula istrinya..walau dalam keadaan sakit...ia masih peduli dengan keadaan suaminya, ia menyeka keringat sang suami....benar-benar keadaan yang mengharukan....
di hari kelima hingga ketujuh...keadaannya semakin tenang....suara-suara yang didengarnya pun semakin berkurang...ketika bertemu denganku di hari ketujuh..ia memelukku sambil mencium pipiku...walau awalnya ia agak menyeramkan, namun semakin hari ia kian hangat...menyadarkanku bahwa walau sakit...manusia masih punya hati dan perasaan...ia tetap manusia biasa...
di hari kedelapan pertemuan kami...ia sudah diijinkan untuk pulang...senang rasanya melihat keadaannya semakin membaik.....bagiku...keadaannya yang kian pulih merupakan kado natal terindah yang diberikan Tuhan bagiku....mengingatkanku akan suatu hal yang sempat terlupakan...
"titik terburuk bagi kehidupan manusia...dapat menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih baik"
jadi jangan menyerah walau keadaan bertambah buruk...karena setelah kita mengalami yang paling buruk...yang baik akan segera datang.....amin. Thx Lord..
pada esok hari keadaannya membaik....ia sudah dapat bangun untuk makan, namun bicaranya masih kacau dan ia masih mendengar suara-suara yang menganggunya, hanya ia yang mendengar, orang lain tak bisa mendengarnya....di hari kedua pertemuan kami...ternyata ia mendapat serangan kejang pada subuh dan setelah waktu maghrib....aku benar-benar tidak tahu harus diapakan ibu ini....seperti hari sebelumnya aku hanya bisa menyapa dan menemaninya walau hanya sebentar serta memperlakukannya seperti layaknya orang normal lainnya.
di hari ketiga...keadaannya semakin membaik, ia semakin aktif...tanpa sadar rasa takutku berkurang berganti dengan sukacita karena keadaannya semakin membaik...aku tidak lagi melihatnya sebagai objek kasusku, melainkan seorang wanita yang berjuang melawan penyakitnya....walau ia masih berbicara melantur...sang suami dengan setia menemaninya...bagiku betapa besar cinta dan kesabaran sang suami.....ia tak pernah pulang seharipun meninggalkan istrinya di rumah sakit tersebut...
di hari keempat...awalnya ketika pagi hari aku menemuinya, keadaannya tampak baik-baik saja walau ia masih mendengar suara-suara, namun ketika siang hari....keadaannya semakin memburuk, suara-suara semakin kencang dan sering ia dengar..aku semakin bingung harus berbuat apa....ia menjadi gaduh dan gelisah..berjalan mondar-mandir tak karuan, memarahi petugas rumah sakit dan mencurigai para dokter termasuk aku.....aku benar-benar bingung....kembali aku hanya menemaninya dan menenangkannya....begitu pula sang suami...walau mungkin di dalam hatinya ada rasa malu dan pusing melihat kelakuan istrinya... ia hanya duduk diam dan mengawasi perilaku istrinya tanpa menghakimi atau menegur perilaku istrinya yang gaduh gelisah.....betapa besar kesabarannya..ia mengatakan suatu hal yang tak akan pernah aku lupakan, "Ya...kita harus terima apa pun keadaannya, tak hanya dalam suka saja...dalam keadaan sakit atau terkena musibah begini juga kita harus ikhlas" benar-benar menyentuh dan menjadi bukti bahwa cinta sejati memang ada, walau awalnya mereka dijodohkan oleh orangtua....kutahan air mataku....aku salut pada suaminya....ia tak pernah meninggalkan istrinya sehari pun..begitu setianya menemani sang istri, luar biasa....begitu pula istrinya..walau dalam keadaan sakit...ia masih peduli dengan keadaan suaminya, ia menyeka keringat sang suami....benar-benar keadaan yang mengharukan....
di hari kelima hingga ketujuh...keadaannya semakin tenang....suara-suara yang didengarnya pun semakin berkurang...ketika bertemu denganku di hari ketujuh..ia memelukku sambil mencium pipiku...walau awalnya ia agak menyeramkan, namun semakin hari ia kian hangat...menyadarkanku bahwa walau sakit...manusia masih punya hati dan perasaan...ia tetap manusia biasa...
di hari kedelapan pertemuan kami...ia sudah diijinkan untuk pulang...senang rasanya melihat keadaannya semakin membaik.....bagiku...keadaannya yang kian pulih merupakan kado natal terindah yang diberikan Tuhan bagiku....mengingatkanku akan suatu hal yang sempat terlupakan...
"titik terburuk bagi kehidupan manusia...dapat menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih baik"
jadi jangan menyerah walau keadaan bertambah buruk...karena setelah kita mengalami yang paling buruk...yang baik akan segera datang.....amin. Thx Lord..
Berani dalam Takut
ada suatu kisah lagi yang menyentuhku..membuatku belajar lagi akan suatu hal...
seorang gadis berusia 23 tahun, datang bersama keluarganya di rumah sakit itu. ia tampak seolah tak memiliki roh....begitu kosong...berjalan mondar-mandir ke seluruh penjuru rumah sakit...merengek-rengek minta dipulangkan dan saat tidak ada yang mengikuti keinginannya ia menjerit seperti anak kecil. walau sehat, tubuhnya cukup bongsor, namun jiwanya seolah mati....berkali-kali ia bilang ingin mati karena hidupnya tak berharga....ia merasa dirinya ga berguna n lebih baik mati. ya..ia memang masuk karena percobaan bunuh diri yang dilakukannya berulangkali dan perasaan tak berdaya. ia telah mencoba mati dengan menabrakkan diri ke truk, namun tak jadi karena takut, berusaha menenggelamkan diri di danau, minum baygon, menyilet-nyilet tangannya, makan deterjen...semua itu untuk mengenyahkan rasa tak berharga yang meliputi hatinya...ia pikir mati solusi yang tepat bagi rasa tak berharganya..bahkan di rumah sakit, ia mencoba menenggak karbol....luar biasa keinginannya untuk mati...semua orang dibuatnya panik, keluarganya, para perawat, termasuk kami..calon psikolog dibuat pusing tujuh keliling menghadapinya....akhirnya dia disuntik obat penenang agar tertidur dan tak berdaya sehingga tak bisa bunuh diri...
gadis itu mengalami suatu keadaan depresi,sebenarnya ia pintar...lulusan UI dan diterima sebagai 9 terbaik sebagai PNS, ia punya keluarga yang menyayanginya, namun ia merasa kosong, tak berharga, ga berguna, makanya ia pikir mati merupakan jalan keluar...saat itu..kondisiku sendiri sedang dalam keadaan yang hampir sama dengannya...kosong, hampa...seolah aku hanya sendirian menghadapi tantangan dunia....aku takut menghadapinya...begitu melihat wajahnya..aku hampir menangis...dalam hati aku berharap bukan aku yang akan menanganinya..dan Puji Tuhan, Dia tau aku tak dalam kapasitas yang optimal untuk menghadapi gadis ini....
walau aku tak menanganinya, aku memperhatikan perubahannya...hari demi hari tampaknya ide bunuh diri itu menghilang....semua berkat penanganan yang tepat dari dokter yang sangat ahli dan kasih sayang tanpa syarat dari keluarganya....tante dan ayahnya rela menungguinya di rumah sakit, tidur bersama dengannya, saudara-saudaranya dengan tak malu-malu datang untuk menjenguknya...ketulusan dan kasih sayang keluarganya dirasakan oleh gadis itu dengan sungguh sehingga ia merasa dirinya berharga...aku benar-benar salut dengan keluarga itu karena dua hal...pertama...karena sayang, mereka tahu mereka butuh bantuan orang lain sehingga mereka membawa gadis itu ke tempat yang memiliki stigma yang memalukan..bahkan mereka mau menungguinya...kedua...mereka mau bersabar dan tetap mengasihinya walau tingkah gadis itu menyebalkan.....sekali lagi benar kata seorang dosen yang mengajarku....obat dari segala penyakit jiwa atau gangguan psikologis hanyalah kasih sayang yang tulus...bukan mereka yang mau jadi sakit...dan betapa hebat beban psikis orang-orang terdekat mereka, namun dengan segenap rasa sayang yang ada untuk orang tersebuti...mereka bertahan...menjadi kuat untuk dapat mengurus mereka yang sakit dan menerima mereka apa adanya...tidak hanya dalam keadaan suka..namun juga dalam keadaan duka...menerima seseorang dalam keadaan suka..tentu mudah, namun kasih sayang akan teruji di saat2 duka..kasih sayang yang sejati..tetap akan bertahan dalam suka dan duka...
hari ini..gadis itu sudah boleh pulang..tidak ada lagi ide bunuh diri...saat ia diajak ngobrol oleh dokter yang sangat ahli di bidangnya..satu lagi pelajaran berharga yang aku dapatkan..dokter itu berkata "menduga boleh saja, tapi apa yang kita duga belum tentu benar". dari situ aku menyadari suatu hal...terkadang musuh terbesar dalam hidup kita bukan orang lain..tapi pikiran kita sendiri, apa yang kita pikirkan terkadang beratus-ratus kali lebih menyeramkan daripada apa yang kita bayangkan....jadi perlu suatu keberanian untuk melangkah menghadapi kenyataan dan kita akan lihat bahwa apa yang kita pikirkan belum tentu terjadi....
sungguh pengalaman berharga...terbukti bahwa cinta yang tulus mampu menyembuhkan jiwa yang terluka, asalkan mereka yang terluka mau membuka hati dan menerima cinta..dalam keadaan tertekan, betapa mata kita seolah tertutup terhadap kasih sayang orang-orang di sekitar kita...yang kita rasakan hanya kegelapan, suram...kesendirian, alhasil kita hanya terpreokupasi pada perasaan negatif hingga kita merasa semakin terjerumus dalam lembah kekelaman...padahal kalau kita buka mata...kita akan menemukan cinta dimana-mana, cinta dari orang-orang di sekitar kita itulah yang menjadi salah satu kekuatan yang menyembuhkan...
satu hal lagi yang tak kalah berharga... untuk menghadapi kenyataan diperlukan keberanian dalam menghadapi ketakutan kita sendiri.....dan satu hal lagi yang tak kalah penting...aku benar2 belajar untuk mengendalikan perasaanku sendiri...terima kasih untuk pengalamannya..
dedicated this to my fams, my best friends...n sunshine..thanks karena selalu ada dalam setiap saat kehidupanku..n thanks dah menemaniku di saat2 suka dan duka..luv u all
GBU all
seorang gadis berusia 23 tahun, datang bersama keluarganya di rumah sakit itu. ia tampak seolah tak memiliki roh....begitu kosong...berjalan mondar-mandir ke seluruh penjuru rumah sakit...merengek-rengek minta dipulangkan dan saat tidak ada yang mengikuti keinginannya ia menjerit seperti anak kecil. walau sehat, tubuhnya cukup bongsor, namun jiwanya seolah mati....berkali-kali ia bilang ingin mati karena hidupnya tak berharga....ia merasa dirinya ga berguna n lebih baik mati. ya..ia memang masuk karena percobaan bunuh diri yang dilakukannya berulangkali dan perasaan tak berdaya. ia telah mencoba mati dengan menabrakkan diri ke truk, namun tak jadi karena takut, berusaha menenggelamkan diri di danau, minum baygon, menyilet-nyilet tangannya, makan deterjen...semua itu untuk mengenyahkan rasa tak berharga yang meliputi hatinya...ia pikir mati solusi yang tepat bagi rasa tak berharganya..bahkan di rumah sakit, ia mencoba menenggak karbol....luar biasa keinginannya untuk mati...semua orang dibuatnya panik, keluarganya, para perawat, termasuk kami..calon psikolog dibuat pusing tujuh keliling menghadapinya....akhirnya dia disuntik obat penenang agar tertidur dan tak berdaya sehingga tak bisa bunuh diri...
gadis itu mengalami suatu keadaan depresi,sebenarnya ia pintar...lulusan UI dan diterima sebagai 9 terbaik sebagai PNS, ia punya keluarga yang menyayanginya, namun ia merasa kosong, tak berharga, ga berguna, makanya ia pikir mati merupakan jalan keluar...saat itu..kondisiku sendiri sedang dalam keadaan yang hampir sama dengannya...kosong, hampa...seolah aku hanya sendirian menghadapi tantangan dunia....aku takut menghadapinya...begitu melihat wajahnya..aku hampir menangis...dalam hati aku berharap bukan aku yang akan menanganinya..dan Puji Tuhan, Dia tau aku tak dalam kapasitas yang optimal untuk menghadapi gadis ini....
walau aku tak menanganinya, aku memperhatikan perubahannya...hari demi hari tampaknya ide bunuh diri itu menghilang....semua berkat penanganan yang tepat dari dokter yang sangat ahli dan kasih sayang tanpa syarat dari keluarganya....tante dan ayahnya rela menungguinya di rumah sakit, tidur bersama dengannya, saudara-saudaranya dengan tak malu-malu datang untuk menjenguknya...ketulusan dan kasih sayang keluarganya dirasakan oleh gadis itu dengan sungguh sehingga ia merasa dirinya berharga...aku benar-benar salut dengan keluarga itu karena dua hal...pertama...karena sayang, mereka tahu mereka butuh bantuan orang lain sehingga mereka membawa gadis itu ke tempat yang memiliki stigma yang memalukan..bahkan mereka mau menungguinya...kedua...mereka mau bersabar dan tetap mengasihinya walau tingkah gadis itu menyebalkan.....sekali lagi benar kata seorang dosen yang mengajarku....obat dari segala penyakit jiwa atau gangguan psikologis hanyalah kasih sayang yang tulus...bukan mereka yang mau jadi sakit...dan betapa hebat beban psikis orang-orang terdekat mereka, namun dengan segenap rasa sayang yang ada untuk orang tersebuti...mereka bertahan...menjadi kuat untuk dapat mengurus mereka yang sakit dan menerima mereka apa adanya...tidak hanya dalam keadaan suka..namun juga dalam keadaan duka...menerima seseorang dalam keadaan suka..tentu mudah, namun kasih sayang akan teruji di saat2 duka..kasih sayang yang sejati..tetap akan bertahan dalam suka dan duka...
hari ini..gadis itu sudah boleh pulang..tidak ada lagi ide bunuh diri...saat ia diajak ngobrol oleh dokter yang sangat ahli di bidangnya..satu lagi pelajaran berharga yang aku dapatkan..dokter itu berkata "menduga boleh saja, tapi apa yang kita duga belum tentu benar". dari situ aku menyadari suatu hal...terkadang musuh terbesar dalam hidup kita bukan orang lain..tapi pikiran kita sendiri, apa yang kita pikirkan terkadang beratus-ratus kali lebih menyeramkan daripada apa yang kita bayangkan....jadi perlu suatu keberanian untuk melangkah menghadapi kenyataan dan kita akan lihat bahwa apa yang kita pikirkan belum tentu terjadi....
sungguh pengalaman berharga...terbukti bahwa cinta yang tulus mampu menyembuhkan jiwa yang terluka, asalkan mereka yang terluka mau membuka hati dan menerima cinta..dalam keadaan tertekan, betapa mata kita seolah tertutup terhadap kasih sayang orang-orang di sekitar kita...yang kita rasakan hanya kegelapan, suram...kesendirian, alhasil kita hanya terpreokupasi pada perasaan negatif hingga kita merasa semakin terjerumus dalam lembah kekelaman...padahal kalau kita buka mata...kita akan menemukan cinta dimana-mana, cinta dari orang-orang di sekitar kita itulah yang menjadi salah satu kekuatan yang menyembuhkan...
satu hal lagi yang tak kalah berharga... untuk menghadapi kenyataan diperlukan keberanian dalam menghadapi ketakutan kita sendiri.....dan satu hal lagi yang tak kalah penting...aku benar2 belajar untuk mengendalikan perasaanku sendiri...terima kasih untuk pengalamannya..
dedicated this to my fams, my best friends...n sunshine..thanks karena selalu ada dalam setiap saat kehidupanku..n thanks dah menemaniku di saat2 suka dan duka..luv u all
GBU all
Tak Pernah Puas
Seorang Manusia berbisik, "Tuhan, bicaralah padaku."
Dan burung kutilang pun bernyanyi.
Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.
Maka, Manusia itu berteriak, "Tuhan, bicaralah padaku !"
Dan guntur dan petir pun mengguruh.
Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.
MAnusia itu melihat sekelilingnya dan berkata,
"Tuhan, biarkan aku melihat Engkau."
Dan bintang pun bersinar terang.
Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.
Dan, Manusia berteriak lagi, "Tuhan, tunjukkan aku keajaiban!" Mu"
Dan seorang bayi pun lahirlah.
Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.
Maka, ia berseru lagi dalam keputus-asaannya, "Jamahlah aku, Tuhan!"
Dan segera, Tuhan pun turun dan menjamahnya.
Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu tersebut dan terus berjalan.
Betapa hal ini semua sebenarnya mengingatkan pada kita
bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam bentuk
sederhana dan kecil yang sering kita anggap lalu, bahkan dalam era elektronik ini ...
karenanya saya ingin menambahkan satu lagi:
Manusia itu berseru, "Tuhan, aku membutuhkan pertolonganmu! "
Dan datanglah e-mail dengan berita-berita baik dan menguatkan.
Namun, ia justru menghapusnya dan terus berkeluh-kesah. ...
Berita baik itu adalah bahwa anda masih dicintai orang lain !
Janganlah kita mencampakkan suatu anugerah, hanya karena anugerah itu tidak dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita
by : someone
Dan burung kutilang pun bernyanyi.
Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.
Maka, Manusia itu berteriak, "Tuhan, bicaralah padaku !"
Dan guntur dan petir pun mengguruh.
Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.
MAnusia itu melihat sekelilingnya dan berkata,
"Tuhan, biarkan aku melihat Engkau."
Dan bintang pun bersinar terang.
Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.
Dan, Manusia berteriak lagi, "Tuhan, tunjukkan aku keajaiban!" Mu"
Dan seorang bayi pun lahirlah.
Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.
Maka, ia berseru lagi dalam keputus-asaannya, "Jamahlah aku, Tuhan!"
Dan segera, Tuhan pun turun dan menjamahnya.
Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu tersebut dan terus berjalan.
Betapa hal ini semua sebenarnya mengingatkan pada kita
bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam bentuk
sederhana dan kecil yang sering kita anggap lalu, bahkan dalam era elektronik ini ...
karenanya saya ingin menambahkan satu lagi:
Manusia itu berseru, "Tuhan, aku membutuhkan pertolonganmu! "
Dan datanglah e-mail dengan berita-berita baik dan menguatkan.
Namun, ia justru menghapusnya dan terus berkeluh-kesah. ...
Berita baik itu adalah bahwa anda masih dicintai orang lain !
Janganlah kita mencampakkan suatu anugerah, hanya karena anugerah itu tidak dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita
by : someone
Cinta Sejati
Cinta sejati….
Tidak selalu hanya berisikan nafsu atau gairah
Melainkan selalu berisikan pengertian dan toleransi
Tidak selalu diwujudkan dengan sentuhan
Namun juga sebuah ruang untuk bernafas
Tidak selalu berupa rayuan atau pujian
Namun juga teguran yang mengingatkan
Cinta sejati…
bersedia menemanimu tidak hanya dalam keadaan suka..
namun juga ada selalu saat duka
Tidak meninggalkanmu di saat terburuk dalam hidupmu
Tidak hanya dalam perkataan saja..namun juga dalam perbuatan
Tidak hanya berperan sebagai kekasih
Tidak selalu berisi romantisme
Namun juga bisa berperan sebagai sahabat
Hanya mendukung, tanpa menuntut
Cinta sejati…tak lekang oleh waktu dan jarak
Ketika pengorbanan bukan lagi merupakan kewajiban
Melainkan sebuah kesediaan yang tulus dan sealami tarikan nafas
Selalu memberi tanpa mengharapkan kembali
Menganggap yang lain lebih penting dari dirinya sendiri
Tetap memberi dari kekurangannya…
Cinta sejati…
Ketika kamu tidak perlu lagi membuktikkan eksistensi dirimu
Karena ia sudah menerimamu apa adanya
Tidak hanya kelebihanmu termasuk juga kelemahanmu
Tidak mempertanyakan kelemahanmu ataupun memintamu merubahnya
Karena itulah dirimu apa adanya
Tidak selalu mencacimu ketika kamu salah
Namun selalu bersedia memaafkan
Cinta sejati…
Tidak selalu mengekang atau membatasi seperti layaknya ular piton yang melilit hingga kita kehabisan nafas
Namun bisa seperti pantai yang merelakan ombak bergulung-gulung ke laut, dan akhirnya menyambut kembali saat ombak datang menghampirinya
Dapat membuatku berkembang menjadi individu yang lebih baik dan bersedia membimbingmu dan menemanimu menuju proses kedewasaan
Tahu kapan saatnya ia harus “diisi” agar ia juga dapat membaginya padamu
Ketika tidak selalu mempertanyakan kenapa..namun juga bagaimana…
Yang terpenting…cinta sejati tidak berpusat pada diri sendiri..melainkan pada kebahagiaan pasanganmu…
Tidak selalu hanya berisikan nafsu atau gairah
Melainkan selalu berisikan pengertian dan toleransi
Tidak selalu diwujudkan dengan sentuhan
Namun juga sebuah ruang untuk bernafas
Tidak selalu berupa rayuan atau pujian
Namun juga teguran yang mengingatkan
Cinta sejati…
bersedia menemanimu tidak hanya dalam keadaan suka..
namun juga ada selalu saat duka
Tidak meninggalkanmu di saat terburuk dalam hidupmu
Tidak hanya dalam perkataan saja..namun juga dalam perbuatan
Tidak hanya berperan sebagai kekasih
Tidak selalu berisi romantisme
Namun juga bisa berperan sebagai sahabat
Hanya mendukung, tanpa menuntut
Cinta sejati…tak lekang oleh waktu dan jarak
Ketika pengorbanan bukan lagi merupakan kewajiban
Melainkan sebuah kesediaan yang tulus dan sealami tarikan nafas
Selalu memberi tanpa mengharapkan kembali
Menganggap yang lain lebih penting dari dirinya sendiri
Tetap memberi dari kekurangannya…
Cinta sejati…
Ketika kamu tidak perlu lagi membuktikkan eksistensi dirimu
Karena ia sudah menerimamu apa adanya
Tidak hanya kelebihanmu termasuk juga kelemahanmu
Tidak mempertanyakan kelemahanmu ataupun memintamu merubahnya
Karena itulah dirimu apa adanya
Tidak selalu mencacimu ketika kamu salah
Namun selalu bersedia memaafkan
Cinta sejati…
Tidak selalu mengekang atau membatasi seperti layaknya ular piton yang melilit hingga kita kehabisan nafas
Namun bisa seperti pantai yang merelakan ombak bergulung-gulung ke laut, dan akhirnya menyambut kembali saat ombak datang menghampirinya
Dapat membuatku berkembang menjadi individu yang lebih baik dan bersedia membimbingmu dan menemanimu menuju proses kedewasaan
Tahu kapan saatnya ia harus “diisi” agar ia juga dapat membaginya padamu
Ketika tidak selalu mempertanyakan kenapa..namun juga bagaimana…
Yang terpenting…cinta sejati tidak berpusat pada diri sendiri..melainkan pada kebahagiaan pasanganmu…
Dia Tahu
Ketika dirimu merasa lelah
seolah kehilangan daya
akibat hantaman cobaan dan masalah
beristirahatlah sejenak
rasakan belaianNya yang lembut
ketika kakimu terasa lemah
seolah tak sanggup lagi melangkah
janganlah kau takut
tanganNya menopang dan menggendongmu
Dia bisikkan bahwa Dia selalu ada bagiMu
reff : Dia tahu isi hatimu yang terdalam
Dia hitung air matamu yang menetes
Dia tampung dalam tanganNya
Dia ganti hatimu yang hancur
dengan hatiNya sendiri
ketika kau merasa sendiri
seolah tak ada yang mengertimu
Dia datang di dekatmu
menemani gelap malam dan kesepianmu
Dia berkata kau tak pernah sendiri
reff : Dia tahu isi hatimu yang terdalam
Dia hitung air matamu yang menetes
Dia tampung dalam tanganNya
Dia ganti hatimu yang hancur
dengan hatiNya sendiri
CODA : mungkin kerasnya hidup menghancurkanmu
tapi pertolonganNya tiada terlambat
Dia ubah derita jadi bahagia
Karena Dia cinta padamu
Nb : teruntuk jiwaku..saat lelah melangkah...seolah sendiri tak ada yang mengerti...saat kau tetap memberi walau kau sendiri kekurangan...yakinlah bahwa semua yang kau lakukan dan korbankan takkan pernah sia-sia...penjamkan matamu, serahkan bebanmu, jangan hitung deritamu karena berkat yang Dia sediakan jauh melebihi derita hidupmu...tiada yang bisa menebak hidup...namun selalu ada pertolongan yang tersedia bagi yang percaya. Nikmati hidupmu....kau layak untuk bahagia...amin.
seolah kehilangan daya
akibat hantaman cobaan dan masalah
beristirahatlah sejenak
rasakan belaianNya yang lembut
ketika kakimu terasa lemah
seolah tak sanggup lagi melangkah
janganlah kau takut
tanganNya menopang dan menggendongmu
Dia bisikkan bahwa Dia selalu ada bagiMu
reff : Dia tahu isi hatimu yang terdalam
Dia hitung air matamu yang menetes
Dia tampung dalam tanganNya
Dia ganti hatimu yang hancur
dengan hatiNya sendiri
ketika kau merasa sendiri
seolah tak ada yang mengertimu
Dia datang di dekatmu
menemani gelap malam dan kesepianmu
Dia berkata kau tak pernah sendiri
reff : Dia tahu isi hatimu yang terdalam
Dia hitung air matamu yang menetes
Dia tampung dalam tanganNya
Dia ganti hatimu yang hancur
dengan hatiNya sendiri
CODA : mungkin kerasnya hidup menghancurkanmu
tapi pertolonganNya tiada terlambat
Dia ubah derita jadi bahagia
Karena Dia cinta padamu
Nb : teruntuk jiwaku..saat lelah melangkah...seolah sendiri tak ada yang mengerti...saat kau tetap memberi walau kau sendiri kekurangan...yakinlah bahwa semua yang kau lakukan dan korbankan takkan pernah sia-sia...penjamkan matamu, serahkan bebanmu, jangan hitung deritamu karena berkat yang Dia sediakan jauh melebihi derita hidupmu...tiada yang bisa menebak hidup...namun selalu ada pertolongan yang tersedia bagi yang percaya. Nikmati hidupmu....kau layak untuk bahagia...amin.
Sendok...
inspired by alchemist paolo coelho
seorang anak menemui seorang guru untuk belajar pelajaran kehidupan...guru tersebut memberikan anak tersebut sebuah sendok yang berisi minyak..ia meminta anak tersebut untuk berjalan mengelilingi taman yang ada di halaman depan rumahnya, dan kembali dengan syarat bahwa minyak yang ada di atas sendok tersebut jangan berkurang sedikit pun...anak tersebut pun berjalan mengeliling taman dengan sangat berhati-hati...
saat ia kembali,ia begitu senang karena minyak di sendoknya tidak tumpah, namun gurunya bertanya padanya....apa saja yang kau lihat di taman tersebut? anak tersebut hanya diam, lalu guru tersebut bertanya lagi...apakah kau melihat ada beragam jenis bunga? anak tersebut pun kembali hanya bisa diam....ia tak bisa menjawab karena ia hanya memperhatikan sendoknya agar minyak tersebut tidak tumpah sehingga ia tidak memperhatikan keindahan di sekitarnya..
kemudian guru tersebut pun kembali meminta anak tersebut untuk mengitari taman tersebut dengan intruksi yang sama...karena sudah belajar dari pengalaman sebelumnya...anak tersebut kali ini memperhatikan keindahan di sekitarnya...saking mengagumi keindahan tersebut..ia lupa menjaga minyak yang ada pada sendoknya sehingga minyak tersebut habis tertumpah...
saat kembali, gurunya bertanya padanya apa yang ia lihat..anak tersebut senang karena bisa menceritakan segala keindahan yang sudah dilihatnya...namun kemudian gurunya bertanya..mana minya yang ada di sendokmu? anak tersebut pun hanya bisa terdiam kembali karena minyaknya sudah tumpah semua...
kemudian guru tersebut berkata padanya...dunia menawarkan begitu banyak keindahan dalam hidup...keindahan tersebut begitu menggiurkan...namun yang terpenting adalah tetap menjaga apa yang telah kamu miliki, namun tetap bersyukur atas keindahan yang diberikan Tuhan.
seorang anak menemui seorang guru untuk belajar pelajaran kehidupan...guru tersebut memberikan anak tersebut sebuah sendok yang berisi minyak..ia meminta anak tersebut untuk berjalan mengelilingi taman yang ada di halaman depan rumahnya, dan kembali dengan syarat bahwa minyak yang ada di atas sendok tersebut jangan berkurang sedikit pun...anak tersebut pun berjalan mengeliling taman dengan sangat berhati-hati...
saat ia kembali,ia begitu senang karena minyak di sendoknya tidak tumpah, namun gurunya bertanya padanya....apa saja yang kau lihat di taman tersebut? anak tersebut hanya diam, lalu guru tersebut bertanya lagi...apakah kau melihat ada beragam jenis bunga? anak tersebut pun kembali hanya bisa diam....ia tak bisa menjawab karena ia hanya memperhatikan sendoknya agar minyak tersebut tidak tumpah sehingga ia tidak memperhatikan keindahan di sekitarnya..
kemudian guru tersebut pun kembali meminta anak tersebut untuk mengitari taman tersebut dengan intruksi yang sama...karena sudah belajar dari pengalaman sebelumnya...anak tersebut kali ini memperhatikan keindahan di sekitarnya...saking mengagumi keindahan tersebut..ia lupa menjaga minyak yang ada pada sendoknya sehingga minyak tersebut habis tertumpah...
saat kembali, gurunya bertanya padanya apa yang ia lihat..anak tersebut senang karena bisa menceritakan segala keindahan yang sudah dilihatnya...namun kemudian gurunya bertanya..mana minya yang ada di sendokmu? anak tersebut pun hanya bisa terdiam kembali karena minyaknya sudah tumpah semua...
kemudian guru tersebut berkata padanya...dunia menawarkan begitu banyak keindahan dalam hidup...keindahan tersebut begitu menggiurkan...namun yang terpenting adalah tetap menjaga apa yang telah kamu miliki, namun tetap bersyukur atas keindahan yang diberikan Tuhan.
Terpaku...
sebuah burung kecil sedang jatuh cinta pada sebuah pohon besar...ia begitu mengagumi dan selalu memandang dengan penuh cinta pada pohon tersebut....ia selalu berada di samping pohon tersebut....menemaninya di saat suka maupun duka....tertawa di saat pohon itu tertawa...ikut menangis saat pohon itu bersedih....terkadang ia bahkan tetap memberi penghiburan di saat hatinya ingin menangis....
ada kalanya kedua kakinya letih terus berdiri menemani sang pohon..namun ia tetap berdiri....karena ia mencintai pohon tersebut...namun kadang kala ia merasa pohon tersebut hanya menatap ke arah lain....menatap ke burung-burung lain di udara....kehadirannya seolah tidak bermakna bagi pohon tersebut...mungkin karena sang burung selalu ada di sampingnya, kebermaknaan sang burung pun semakin lama semakin berkurang...sang pohon lebih tertarik pada burung-burung lain di udara....mungkin juga sang pohon bosan dengan kicau burung yang ada di sebelahnya sehingga ia lebih tertarik mendengar kicau burung di udara....
terkadang hati sang burung pun sedih....ia merasa tak berguna.....ia bertanya pada penciptaNya...apa yang harus aku lakukan agar ia menyadari kehadiranku? mendengar kicauku?terkadang aku merasa keberadaanku seperti tak bermakna baginya....
sang pencipta hanya terdiam...menatapnya dengan lembut dan membelai sang burung dengan penuh kasih....sang pencipta pun berkata "ketika pikiranmu terfokus pada sesuatu...kau akan melupakan keadaan di sekelilingmu....pohon itu begitu tertarik pada apa yang ada di atas...sehingga melupakan keindahan alam di sekitarnya, melupakan keberadaanmu yang selalu mendampinginya....Aku tau kakimu terkadang tak kuat lagi berdiri, tapi tidakkah kau lihat ada tanganKu yang menopang kakimu yang mulai lemah...tidakkah Kau sadari keberadaanKu? Aku juga tahu betapa kau memaksa dirimu untuk berkicau dengan indah...padahal hatimu menangis terluka dengan sikapnya....tak tahukah kau bahwa Aku juga menangis menemanimu, ya kau tidak pernah sendirian....Aku tahu kau berusaha menjadi yang terbaik..agar pandangannya hanya tertuju padamu....tapi kau juga lupa bahwa Aku selalu menerimamu apa adanya...tak perlu menjadi orang lain..hanya dirimu...."
betapa seringnya kita hanya terfokus pada suatu hal atau suatu masalah atau sesosok figur..hingga terkadang melupakan kasih sayang atau keindahan yang Tuhan sediakan di sekitar kita....mungkin kita berpikir bahwa kasih dari mereka yang disekitar kita merupakan kasih yang unconditional...selalu tersedia bagi kita sehingga kita merasa perhatian dan kasih sayang orang-orang tersebut seolah tak berharga dibanding orang baru atau orang yang ingin kita dapatkan perhatiannya....tapi...sadarkah kita..bahwa orang-orang tersebutlah yang selalu ada bagi kita n sudah terbukti bersedia menerima kita apa adanya, pernahkah terpikir oleh kita seandaikata kasih sayang yang mereka berikan tiba2 menghilang....?? lalu apa yang harus kita lakukan?? melebarkan pandangan kita....tidak hanya terfokus pada obsesi kita...namun juga melebarkan pandangan untuk menangkap kembali figur2 yang sejati tersebut...sebelum mereka hilang dari hidup kita....karena figur2 tersebut merupakan berkat yang tiada terkira...salah satu sumber kekuatan dan tempat bersandar ketika kita lelah...thaks Lord...untuk kehadiran mereka dalam hidupku.
dedicated to my hero...my parents n my fams....luv u
ada kalanya kedua kakinya letih terus berdiri menemani sang pohon..namun ia tetap berdiri....karena ia mencintai pohon tersebut...namun kadang kala ia merasa pohon tersebut hanya menatap ke arah lain....menatap ke burung-burung lain di udara....kehadirannya seolah tidak bermakna bagi pohon tersebut...mungkin karena sang burung selalu ada di sampingnya, kebermaknaan sang burung pun semakin lama semakin berkurang...sang pohon lebih tertarik pada burung-burung lain di udara....mungkin juga sang pohon bosan dengan kicau burung yang ada di sebelahnya sehingga ia lebih tertarik mendengar kicau burung di udara....
terkadang hati sang burung pun sedih....ia merasa tak berguna.....ia bertanya pada penciptaNya...apa yang harus aku lakukan agar ia menyadari kehadiranku? mendengar kicauku?terkadang aku merasa keberadaanku seperti tak bermakna baginya....
sang pencipta hanya terdiam...menatapnya dengan lembut dan membelai sang burung dengan penuh kasih....sang pencipta pun berkata "ketika pikiranmu terfokus pada sesuatu...kau akan melupakan keadaan di sekelilingmu....pohon itu begitu tertarik pada apa yang ada di atas...sehingga melupakan keindahan alam di sekitarnya, melupakan keberadaanmu yang selalu mendampinginya....Aku tau kakimu terkadang tak kuat lagi berdiri, tapi tidakkah kau lihat ada tanganKu yang menopang kakimu yang mulai lemah...tidakkah Kau sadari keberadaanKu? Aku juga tahu betapa kau memaksa dirimu untuk berkicau dengan indah...padahal hatimu menangis terluka dengan sikapnya....tak tahukah kau bahwa Aku juga menangis menemanimu, ya kau tidak pernah sendirian....Aku tahu kau berusaha menjadi yang terbaik..agar pandangannya hanya tertuju padamu....tapi kau juga lupa bahwa Aku selalu menerimamu apa adanya...tak perlu menjadi orang lain..hanya dirimu...."
betapa seringnya kita hanya terfokus pada suatu hal atau suatu masalah atau sesosok figur..hingga terkadang melupakan kasih sayang atau keindahan yang Tuhan sediakan di sekitar kita....mungkin kita berpikir bahwa kasih dari mereka yang disekitar kita merupakan kasih yang unconditional...selalu tersedia bagi kita sehingga kita merasa perhatian dan kasih sayang orang-orang tersebut seolah tak berharga dibanding orang baru atau orang yang ingin kita dapatkan perhatiannya....tapi...sadarkah kita..bahwa orang-orang tersebutlah yang selalu ada bagi kita n sudah terbukti bersedia menerima kita apa adanya, pernahkah terpikir oleh kita seandaikata kasih sayang yang mereka berikan tiba2 menghilang....?? lalu apa yang harus kita lakukan?? melebarkan pandangan kita....tidak hanya terfokus pada obsesi kita...namun juga melebarkan pandangan untuk menangkap kembali figur2 yang sejati tersebut...sebelum mereka hilang dari hidup kita....karena figur2 tersebut merupakan berkat yang tiada terkira...salah satu sumber kekuatan dan tempat bersandar ketika kita lelah...thaks Lord...untuk kehadiran mereka dalam hidupku.
dedicated to my hero...my parents n my fams....luv u
Bila...
bila seseorang ada bersamamu di saat2 sukamu..itu biasa
namun bila seseorang tetap menemanimu disaat2 terburuk dalam hidupmu...itu luar biasa
jika seseorang berterima kasih saat kau memberikan sesuatu padanya...itu sudah sewajarnya
namun jika seseorang tetap mensyukuri keberadaanmu di dunia padahal kau tidak memberikan apa2 padanya...itu luar biasa
seorang teman atau sahabat pasti akan menghiburmu di saat2 kelammu
namun jika kau memiliki seseorang yang tidak hanya menghibur, namun juga mendoakanmu dan turut menangis di saat kau menangis...bersyukurlah...
jika seseorang menemanimu di saat2 luangnya..itu biasa
namun jika seseorang menyempatkan waktu untuk terus menemanimu bahkan di saat2 tersibuk dalam hidupnya...itu adalah anugerah
setiap orang pasti bersedia menerima harta darimu
namun jika ada seseorang yang bersedia berbagi beban denganmu..itu suatu keberuntungan
jika seseorang yang senasib sepenanggungan denganmu bersedia memahamimu...itu sudah wajar..
namun jika seseorang yang tidak mengalami hal yang kau alami namun bersedia memahami kondisimu dan memberikan pengertian atas sikapmu..itu luar biasa
jika seseorang menyerah di saat2 terdesak..itu sudah lazim
namun jika seseorang tetap bertahan karena ia percaya akan adanya harapan...itu pribadi yang luar biasa
jika seseorang tetap berada bersamamu karena kau menceritakan hal2 yang menyenangkan...itu biasa
namun jika seseorang tetap bersedia menemanimu di saat mulutmu hanya mengungkapkan keluhan setiap saat...itu luar biasa
jika seseorang senang berada bersamamu karena pujian2 yang terlontar dari mulutmu...itu biasa
namun jika kau memiliki seseorang yang bersedia mendampingimu saat kau memakinya.... itu luar biasa
jika seseorang memujimu karena kelebihanmu...itu biasa...
namun jika seseorang mengingatkanku ketika kau salah....itu luar biasa
jika orang2 mengerumunimu saat2 kejayaanmu...itu biasa
namun jika ada seseorang yang tak jemu2 mendukungmu dan menguatkanmu di saat2 kau merasa gagal dalam hidupmu..itu anugerah
jika seseorang membentakmu karena kau bersikap kasar padanya...itu biasa...
namun jika seseorang tetap bersikap baik padamu walaupun kau bersikap kasar padanya karena ia menyayangimu bahkan ia sampai mengorbankan perasaannya sendiri...itu luar biasa
jika seseorang berkata ia mencintaimu saat kau berkata kau mencintainya..itu biasa
namun jika seseorang tetap mencintaimu dan bersedia berada di sampingmu saat kau menolaknya..itu luar biasa
jika seseorang membalas pelukanmu..itu biasa
namun jika seseorang tetap menawarkan pelukan dan tersenyum hangat saat kau sudah menghancurkan hatinya...itu luar biasa...
jika seseorang meninggalkanmu karena kesalahanmu...itu biasa
namun jika seseorang bersedia memaafkanmu dan bersedia menemanimu memperbaiki hidupmu...itu anugerah
mungkin kita tidak sadar bahwa kita sudah dianugerahi berkat yang luar biasa dalam hidup kita....seseorang yang sejati yang bersedia menerima keadaan kita apa adanya, tetap ada di saat2 terburuk dalam hidup kita, seseorang yang merentangkan tangannya untuk menerima kita bahkan di saat kita telah menolaknya, seseorang yang memberikan pelukan bahkan di saat kita sudah menyakitinya....mungkin bila kita sudah memilikinya kita merasa diri kita tidak pantas menerimanya...tapi sadarkah teman...bahwa orang2 sejati tersebut merupakan anugerah istimewa atau berkat plus yang Tuhan berikan....betapa kita beruntung bila kita sudah memilikinya karena di sekitar kita...berapa banyak orang yang bersedia mati untuk mendapatkan apa yang sudah kita miliki, namun seringkali kita tidak mensyukuri dan menghargai mereka......sebelum anugerah2 terindah itu hilang dari hidup kita....mari kita sadari dan syukuri keberadaannya...
special thanks to tante for the lesson...thanks for reminding me ^^...GBU n fams always tante
namun bila seseorang tetap menemanimu disaat2 terburuk dalam hidupmu...itu luar biasa
jika seseorang berterima kasih saat kau memberikan sesuatu padanya...itu sudah sewajarnya
namun jika seseorang tetap mensyukuri keberadaanmu di dunia padahal kau tidak memberikan apa2 padanya...itu luar biasa
seorang teman atau sahabat pasti akan menghiburmu di saat2 kelammu
namun jika kau memiliki seseorang yang tidak hanya menghibur, namun juga mendoakanmu dan turut menangis di saat kau menangis...bersyukurlah...
jika seseorang menemanimu di saat2 luangnya..itu biasa
namun jika seseorang menyempatkan waktu untuk terus menemanimu bahkan di saat2 tersibuk dalam hidupnya...itu adalah anugerah
setiap orang pasti bersedia menerima harta darimu
namun jika ada seseorang yang bersedia berbagi beban denganmu..itu suatu keberuntungan
jika seseorang yang senasib sepenanggungan denganmu bersedia memahamimu...itu sudah wajar..
namun jika seseorang yang tidak mengalami hal yang kau alami namun bersedia memahami kondisimu dan memberikan pengertian atas sikapmu..itu luar biasa
jika seseorang menyerah di saat2 terdesak..itu sudah lazim
namun jika seseorang tetap bertahan karena ia percaya akan adanya harapan...itu pribadi yang luar biasa
jika seseorang tetap berada bersamamu karena kau menceritakan hal2 yang menyenangkan...itu biasa
namun jika seseorang tetap bersedia menemanimu di saat mulutmu hanya mengungkapkan keluhan setiap saat...itu luar biasa
jika seseorang senang berada bersamamu karena pujian2 yang terlontar dari mulutmu...itu biasa
namun jika kau memiliki seseorang yang bersedia mendampingimu saat kau memakinya.... itu luar biasa
jika seseorang memujimu karena kelebihanmu...itu biasa...
namun jika seseorang mengingatkanku ketika kau salah....itu luar biasa
jika orang2 mengerumunimu saat2 kejayaanmu...itu biasa
namun jika ada seseorang yang tak jemu2 mendukungmu dan menguatkanmu di saat2 kau merasa gagal dalam hidupmu..itu anugerah
jika seseorang membentakmu karena kau bersikap kasar padanya...itu biasa...
namun jika seseorang tetap bersikap baik padamu walaupun kau bersikap kasar padanya karena ia menyayangimu bahkan ia sampai mengorbankan perasaannya sendiri...itu luar biasa
jika seseorang berkata ia mencintaimu saat kau berkata kau mencintainya..itu biasa
namun jika seseorang tetap mencintaimu dan bersedia berada di sampingmu saat kau menolaknya..itu luar biasa
jika seseorang membalas pelukanmu..itu biasa
namun jika seseorang tetap menawarkan pelukan dan tersenyum hangat saat kau sudah menghancurkan hatinya...itu luar biasa...
jika seseorang meninggalkanmu karena kesalahanmu...itu biasa
namun jika seseorang bersedia memaafkanmu dan bersedia menemanimu memperbaiki hidupmu...itu anugerah
mungkin kita tidak sadar bahwa kita sudah dianugerahi berkat yang luar biasa dalam hidup kita....seseorang yang sejati yang bersedia menerima keadaan kita apa adanya, tetap ada di saat2 terburuk dalam hidup kita, seseorang yang merentangkan tangannya untuk menerima kita bahkan di saat kita telah menolaknya, seseorang yang memberikan pelukan bahkan di saat kita sudah menyakitinya....mungkin bila kita sudah memilikinya kita merasa diri kita tidak pantas menerimanya...tapi sadarkah teman...bahwa orang2 sejati tersebut merupakan anugerah istimewa atau berkat plus yang Tuhan berikan....betapa kita beruntung bila kita sudah memilikinya karena di sekitar kita...berapa banyak orang yang bersedia mati untuk mendapatkan apa yang sudah kita miliki, namun seringkali kita tidak mensyukuri dan menghargai mereka......sebelum anugerah2 terindah itu hilang dari hidup kita....mari kita sadari dan syukuri keberadaannya...
special thanks to tante for the lesson...thanks for reminding me ^^...GBU n fams always tante
Kau Tak Tinggalkanku
Ketika ku merasa tak mampu lagi berjalan
Tiada seorang pun yang mengerti tangis jiwaku
Ketika kurasakan beban begitu berat
Ku datang TUhan sujud di hadapMu
Reff : ku menyembahMU, kutinggikanMu
Sbab Engkaulah Allah yang setia
Biarlah mulutku memuliakanMu
Karna ku tahu Kau tak tinggalkanku
Saat sedih terasa, hati hancur dan terluka
Saat gelap menyelimutirelung jiwaku
Saat tak tahu arah, kemana lagi melangkah
Ku datang Tuhan, sujud di altarMu
Back to reff
Brigde : tanganMu Tuhan penuntun jalanku
FirmanMu Tuhan pelita bagi kakiku...
by : funny ^_^
Tiada seorang pun yang mengerti tangis jiwaku
Ketika kurasakan beban begitu berat
Ku datang TUhan sujud di hadapMu
Reff : ku menyembahMU, kutinggikanMu
Sbab Engkaulah Allah yang setia
Biarlah mulutku memuliakanMu
Karna ku tahu Kau tak tinggalkanku
Saat sedih terasa, hati hancur dan terluka
Saat gelap menyelimutirelung jiwaku
Saat tak tahu arah, kemana lagi melangkah
Ku datang Tuhan, sujud di altarMu
Back to reff
Brigde : tanganMu Tuhan penuntun jalanku
FirmanMu Tuhan pelita bagi kakiku...
by : funny ^_^
Gadis yang Beranjak Dewasa
Seorang gadis kecil..mencoba mengenali dunianya....saat kakinya sudah terasa cukup kuat melangkah....ia mencoba berjalan dengan kedua kakinya....awalnya ia sangat bersemangat untuk menjelajah dunianya....gadis kecil ini pun merasa bangga karena bisa berdiri dengan kedua kakinya sendiri.....
Ia memutari seisi rumahnya, seusai menjelajah lantai pertama rumahnya....ia pun tertarik melihat pemandangan di halaman rumahnya...ada banyak bunga dan tanaman indah lainnya, lalu dengan bersemangat, ia melangkahkan kaki ke halaman depan....
saat langkah pertamanya menjejakkan kaki di halaman, ia merasakan tanah yang empuk....dia pun terus melangkahkan kaki menuju tanaman dan aneka bunga yang menarik hatinya.....namun tiba2 kakinya menginjak batu2 kerikil kecil....sakit...ia merasakan sakit.....ia hendak menangis, namun semangatnya mengalahkan rasa sakit...ia pun tetap melangkah walaupun sakit menuju bunga itu....ia menahan rasa sakit dan betapa bahagianya dia begitu dapat memegang bunga yang menarik hatinya tersebut....
Karena masih bersemangat...ia tetap mengelilingi taman di halaman depan rumahnya.....ia melihat adanya kupu2...ia sangat ingin memegang kupu2 itu...ia berusaha melompat untuk menangkap kupu2 tersebut....namun ia terjatuh.....rasa sakit kembali menghantam kedua lutut mungilnya, namun karena ia masih bersemangat...rasa sakit itu pun terabaikan.....ia berhasil menangkap kupu2 saat kupu2 tersebut hinggap di sebuah bunga....
Setelah bosan dengan taman depan rumahnya, ia kembali melangkahkan kaki ke dalam rumah.....lalu ia tertegun mengamati tangga di dekat dapur yang mengarah ke lantai dua...ia mengamati tangga itu begitu tinggi....anak2 tangga saja hampir mencapai pinggangnya. walau tinggi, ia begitu penasaran dengan apa yang ada di lantai 2....ia pun mencoba memanjat anak2 tangga tersebut dengan kakinya yang kecil.
Satu...dua...tiga..empat..lima...enam...tujuh...ia masih sanggup dan bersemangat.....namun masih banyak tangga2 lainnya.....kemudian ia mulai kelelahan saat mendaki ke tangga kedelapan.....sembilan....sepuluh....ia pun kehabisan tenaga namun ia baru sampai di tengah perjalanan......ia mencoba memanjat ke tangga sebelas, namun gagal.....ia baru menyadari kakinya sudah terasa letih dan pegal, rasa nyeri dan sakit akibat jatuh dan menginjak batu pun mulai menyerang.....ia kembali berusaha memanjat, namun kembali gagal....tiba2 ia merasa sepi, sekitarnya sunyi, seolah ia sendirian di tengah rumah dan terperangkap di tangga tersebut....tidak bisa naik, namun terlalu takut untuk turun. ia hanya duduk di tengah2 tangga dan mulai ketakutan.....gadis kecil itu pun mulai menangis......karena ia merasa ia berjuang sendiri dan tidak ada yang peduli untuk membantunya....
Tak berapa jauh, sang ibu memperhatikan gerak-gerik gadisnya....ia sengaja membiarkan gadisnya mengeksplorasi dunianya, namun dalam hatinya cemas....takut gadisnya terluka...namun ia juga ingin memberi kebebasan pada gadisnya untuk bereksplorasi dengan alam dan kekuatannya sendiri. saat ibu mendengar gadisnya menangis, ia tahu....inilah saatnya ia dibutuhkan....ia segera berlari dan menghampiri gadis itu....ia memeluknya dan menggendongnya....
gadis itu menatap wajah ibunya sambil berkata "cakit ma...ga bica beldili lagi"
sang ibu pun berusaha menahan tangisnya dan tersenyum pada gadisnya "iya mama tahu...mama mengamatimu nak....tapi lihat sayang...kamu sudah bisa berjalan...otot kakimu sudah lebih kuat....ketika kau tak mampu lagi....berpalinglah...dan kau akan menemukanku, tak perlu mengandalkan kekuatanmu sendiri karena aku selalu ada untukmu"
Tanpa menghakimi anaknya yang terlalu lincah bergerak, atau mencibir kakinya yang belum cukup kuat untuk melangkah...ibunya hanya memeluknya dan mencium keningnya dengan lembut....dan membisikkan padanya "aku selalu ada untukmu karena aku mencintaimu tanpa batas"
He is always there...thank u Lord ^_^ U r always there even in the darkest moment of my life....
Ia memutari seisi rumahnya, seusai menjelajah lantai pertama rumahnya....ia pun tertarik melihat pemandangan di halaman rumahnya...ada banyak bunga dan tanaman indah lainnya, lalu dengan bersemangat, ia melangkahkan kaki ke halaman depan....
saat langkah pertamanya menjejakkan kaki di halaman, ia merasakan tanah yang empuk....dia pun terus melangkahkan kaki menuju tanaman dan aneka bunga yang menarik hatinya.....namun tiba2 kakinya menginjak batu2 kerikil kecil....sakit...ia merasakan sakit.....ia hendak menangis, namun semangatnya mengalahkan rasa sakit...ia pun tetap melangkah walaupun sakit menuju bunga itu....ia menahan rasa sakit dan betapa bahagianya dia begitu dapat memegang bunga yang menarik hatinya tersebut....
Karena masih bersemangat...ia tetap mengelilingi taman di halaman depan rumahnya.....ia melihat adanya kupu2...ia sangat ingin memegang kupu2 itu...ia berusaha melompat untuk menangkap kupu2 tersebut....namun ia terjatuh.....rasa sakit kembali menghantam kedua lutut mungilnya, namun karena ia masih bersemangat...rasa sakit itu pun terabaikan.....ia berhasil menangkap kupu2 saat kupu2 tersebut hinggap di sebuah bunga....
Setelah bosan dengan taman depan rumahnya, ia kembali melangkahkan kaki ke dalam rumah.....lalu ia tertegun mengamati tangga di dekat dapur yang mengarah ke lantai dua...ia mengamati tangga itu begitu tinggi....anak2 tangga saja hampir mencapai pinggangnya. walau tinggi, ia begitu penasaran dengan apa yang ada di lantai 2....ia pun mencoba memanjat anak2 tangga tersebut dengan kakinya yang kecil.
Satu...dua...tiga..empat..lima...enam...tujuh...ia masih sanggup dan bersemangat.....namun masih banyak tangga2 lainnya.....kemudian ia mulai kelelahan saat mendaki ke tangga kedelapan.....sembilan....sepuluh....ia pun kehabisan tenaga namun ia baru sampai di tengah perjalanan......ia mencoba memanjat ke tangga sebelas, namun gagal.....ia baru menyadari kakinya sudah terasa letih dan pegal, rasa nyeri dan sakit akibat jatuh dan menginjak batu pun mulai menyerang.....ia kembali berusaha memanjat, namun kembali gagal....tiba2 ia merasa sepi, sekitarnya sunyi, seolah ia sendirian di tengah rumah dan terperangkap di tangga tersebut....tidak bisa naik, namun terlalu takut untuk turun. ia hanya duduk di tengah2 tangga dan mulai ketakutan.....gadis kecil itu pun mulai menangis......karena ia merasa ia berjuang sendiri dan tidak ada yang peduli untuk membantunya....
Tak berapa jauh, sang ibu memperhatikan gerak-gerik gadisnya....ia sengaja membiarkan gadisnya mengeksplorasi dunianya, namun dalam hatinya cemas....takut gadisnya terluka...namun ia juga ingin memberi kebebasan pada gadisnya untuk bereksplorasi dengan alam dan kekuatannya sendiri. saat ibu mendengar gadisnya menangis, ia tahu....inilah saatnya ia dibutuhkan....ia segera berlari dan menghampiri gadis itu....ia memeluknya dan menggendongnya....
gadis itu menatap wajah ibunya sambil berkata "cakit ma...ga bica beldili lagi"
sang ibu pun berusaha menahan tangisnya dan tersenyum pada gadisnya "iya mama tahu...mama mengamatimu nak....tapi lihat sayang...kamu sudah bisa berjalan...otot kakimu sudah lebih kuat....ketika kau tak mampu lagi....berpalinglah...dan kau akan menemukanku, tak perlu mengandalkan kekuatanmu sendiri karena aku selalu ada untukmu"
Tanpa menghakimi anaknya yang terlalu lincah bergerak, atau mencibir kakinya yang belum cukup kuat untuk melangkah...ibunya hanya memeluknya dan mencium keningnya dengan lembut....dan membisikkan padanya "aku selalu ada untukmu karena aku mencintaimu tanpa batas"
He is always there...thank u Lord ^_^ U r always there even in the darkest moment of my life....
Alkisah ada seorang anak kecil yang beranjak besar....mulai tertarik dengan dunia sekitarnya dan penasaran dengan segala hal yang ada di sekitarnya. dia mulai berlari kesana kemari, mulai mengamati benda-benda di sekitarnya, mulai banyak pertanyaan dalam kepalanya...seperti mengapa awan warnanya biru, mengapa pohon punya daun, mengapa burung bisa terbang, mengapa ada hujan, mengapa ikan bisa berenang sedangkan ayam tidak, dan pertanyaan-pertanyaan lain...dia berusaha pula untuk mencari penjelasan mengenai pertanyaan2 tersebut...ya memang itulah kelebihan manusia berusaha menjelaskan segala sesuatu....akan tetapi kelebihan ini pun dapat menjadi kelemahan... \
Pada suatu hari, anak tersebut sedang bermain bersama dengan teman-temannya di lapangan, tiba-tiba si anak menemukan kumpulan bunga yang menarik perhatiannya, bunganya berwarna merah, semerah darah...ia penasaran...lalu mendekati bunga tersebut....dipandanginya, lalu karena ia begitu tertarik, ia berusaha untuk memetik bunga tersebut. saking bersemangatnya, tiba-tiba anak itu menjerit....lalu matanya terbelalak ngeri...sesuatu mulai mengalir dari jari telunjuk, jari tengah dan jempolnya...sesuatu yang berwarna merah..semerah bunga tersebut.....ternyata tangannya tertusuk duri mawar...mendengar jeritannya, teman-teman sang anak pun berlarian mendatangi anak tersebut, namun semua beranjak pergi satu per satu setelah melihat darah mengalir dari tangan anak itu...mereka semua ketakutan.... si anak pun sedih...dia mulai terisak, sejenak ia terpaku memandangi darahnya sendiri yang mengalir, lalu karena rasa sakit yang mulai tak tertahankan, si anak akhirnya menyadari bahwa ia butuh bantuan.
Dengan rasa sakit yang mulai menghebat, dan kepala yang mulai pusing karena shock melihat darah, ia memaksakan diri untuk pulang ke rumahnya...untunglah rumahnya tidak jauh dari lokasinya bermain dan dia tahu..di rumah ada seorang yang mampu mengobati lukanya.... sesampainya di rumah...ia langsung memeluk ibunya...dengan terisak-isak, ia menunjukkan lukanya pada sang ibu...sang ibu pun tersenyum lembut sambil memeluknya erat-erat...lalu sang ibu mengajak anak tersebut ke kamar mandi, sang ibu mencuci lukanya, mengobatinya dan membalut lukanya....
Ketika sang ibu sedang mengobatinya, sang anak pun bertanya pada sang ibu "ibu...mengapa aku bisa terluka?" "kamu tertusuk duri mawar nak.." jawab sang ibu penuh kelembutan "kenapa duri mawar ada bu?" "begitulah mawar diciptakan Tuhan dengan segala keindahan dan durinya nak..." jawab sang ibu bijak "tapi duri kan bisa melukai orang, kenapa Tuhan menciptakan duri kalau itu hanya melukai?" sang ibu hanya tersenyum..sambil terus merawat luka anaknya, ia menjawab "Tuhan tau apa yang Dia perbuat nak.." namun sang anak masih belum puas, dia terus bertanya "kenapa teman-temanku malah lari begitu melihatku terluka? katanya mereka temanku kok semua menghilang?"
Lalu sang anak kembali menangis karena teringat akan perasaan sendiri dan kesepian saat terluka tadi...sang ibu pun memeluk anaknya "kenapa mereka lari bu? katanya mereka teman?? apa aku orang jahat ? mungkin aku suka iseng sama teman-temanku, makanya mereka ga mau nolongin aku waktu aku susah....apa karena suka iseng aku dihukum Tuhan kali ya bu??" tanya anak itu bertubi-tubi sang ibu menarik nafas dalam-dalam...lalu kembali tersenyum lembut, ia memeluk anaknya kembali "nak...tidakkah kau lelah memikirkan begitu banyak pertanyaan dikepalamu? terkadang ada berbagai hal dalam hidup yang sulit kita temukan alasannya, yang ada...kita hanya menebak-nebak, mencari pembenaran dan akhirnya...hanya membuat kita kembali menyalahkan diri sendiri karena tidak tahu harus menyalahkan siapa...."
Sang ibu memandang mata anaknya lekat-lekat sambil berkata "nak....peristiwa dalam hidup tidak harus dicari apa penyebabnya, tetapi harus dimaknai, bukankah dari terluka kamu mempelajari banyak hal? kamu jadi tahu apa itu rasa sakit? kamu tau bagaimana cara mengobati lukamu, kamu tau bahwa duri bisa melukai sehingga lain waktu kamu bisa memperingati temanmu agar berhati-hati dengan mawar, yang lebih hebatnya lagi....kamu menguji daya tahanmu sendiri, lihat betapa hebatnya anak ibu.....walau sudah berdarah-darah tapi bisa kan berjalan pulang ke rumah....itu menunjukkan bahwa kamu memiliki kemampuan untuk mengatasi masalahmu nak....lain kali kalau kamu terluka lagi, kamu akan jadi orang yang lebih kuat lagi, karena kamu sudah pernah merasakan sakitnya luka dan sembuh dari luka itu." sang anak pun mulai berhenti menangis, ia memperoleh pelajaran yang sangat berharga dari ibunya dan menyimpannya dalam hati. kita semua pernah terluka, kita tidak bisa menghindari luka, tapi kita semua memiliki kemampuan untuk mengatasi luka dan memaknai luka menjadi suatu hal berharga dalam hidup kita...
Pada suatu hari, anak tersebut sedang bermain bersama dengan teman-temannya di lapangan, tiba-tiba si anak menemukan kumpulan bunga yang menarik perhatiannya, bunganya berwarna merah, semerah darah...ia penasaran...lalu mendekati bunga tersebut....dipandanginya, lalu karena ia begitu tertarik, ia berusaha untuk memetik bunga tersebut. saking bersemangatnya, tiba-tiba anak itu menjerit....lalu matanya terbelalak ngeri...sesuatu mulai mengalir dari jari telunjuk, jari tengah dan jempolnya...sesuatu yang berwarna merah..semerah bunga tersebut.....ternyata tangannya tertusuk duri mawar...mendengar jeritannya, teman-teman sang anak pun berlarian mendatangi anak tersebut, namun semua beranjak pergi satu per satu setelah melihat darah mengalir dari tangan anak itu...mereka semua ketakutan.... si anak pun sedih...dia mulai terisak, sejenak ia terpaku memandangi darahnya sendiri yang mengalir, lalu karena rasa sakit yang mulai tak tertahankan, si anak akhirnya menyadari bahwa ia butuh bantuan.
Dengan rasa sakit yang mulai menghebat, dan kepala yang mulai pusing karena shock melihat darah, ia memaksakan diri untuk pulang ke rumahnya...untunglah rumahnya tidak jauh dari lokasinya bermain dan dia tahu..di rumah ada seorang yang mampu mengobati lukanya.... sesampainya di rumah...ia langsung memeluk ibunya...dengan terisak-isak, ia menunjukkan lukanya pada sang ibu...sang ibu pun tersenyum lembut sambil memeluknya erat-erat...lalu sang ibu mengajak anak tersebut ke kamar mandi, sang ibu mencuci lukanya, mengobatinya dan membalut lukanya....
Ketika sang ibu sedang mengobatinya, sang anak pun bertanya pada sang ibu "ibu...mengapa aku bisa terluka?" "kamu tertusuk duri mawar nak.." jawab sang ibu penuh kelembutan "kenapa duri mawar ada bu?" "begitulah mawar diciptakan Tuhan dengan segala keindahan dan durinya nak..." jawab sang ibu bijak "tapi duri kan bisa melukai orang, kenapa Tuhan menciptakan duri kalau itu hanya melukai?" sang ibu hanya tersenyum..sambil terus merawat luka anaknya, ia menjawab "Tuhan tau apa yang Dia perbuat nak.." namun sang anak masih belum puas, dia terus bertanya "kenapa teman-temanku malah lari begitu melihatku terluka? katanya mereka temanku kok semua menghilang?"
Lalu sang anak kembali menangis karena teringat akan perasaan sendiri dan kesepian saat terluka tadi...sang ibu pun memeluk anaknya "kenapa mereka lari bu? katanya mereka teman?? apa aku orang jahat ? mungkin aku suka iseng sama teman-temanku, makanya mereka ga mau nolongin aku waktu aku susah....apa karena suka iseng aku dihukum Tuhan kali ya bu??" tanya anak itu bertubi-tubi sang ibu menarik nafas dalam-dalam...lalu kembali tersenyum lembut, ia memeluk anaknya kembali "nak...tidakkah kau lelah memikirkan begitu banyak pertanyaan dikepalamu? terkadang ada berbagai hal dalam hidup yang sulit kita temukan alasannya, yang ada...kita hanya menebak-nebak, mencari pembenaran dan akhirnya...hanya membuat kita kembali menyalahkan diri sendiri karena tidak tahu harus menyalahkan siapa...."
Sang ibu memandang mata anaknya lekat-lekat sambil berkata "nak....peristiwa dalam hidup tidak harus dicari apa penyebabnya, tetapi harus dimaknai, bukankah dari terluka kamu mempelajari banyak hal? kamu jadi tahu apa itu rasa sakit? kamu tau bagaimana cara mengobati lukamu, kamu tau bahwa duri bisa melukai sehingga lain waktu kamu bisa memperingati temanmu agar berhati-hati dengan mawar, yang lebih hebatnya lagi....kamu menguji daya tahanmu sendiri, lihat betapa hebatnya anak ibu.....walau sudah berdarah-darah tapi bisa kan berjalan pulang ke rumah....itu menunjukkan bahwa kamu memiliki kemampuan untuk mengatasi masalahmu nak....lain kali kalau kamu terluka lagi, kamu akan jadi orang yang lebih kuat lagi, karena kamu sudah pernah merasakan sakitnya luka dan sembuh dari luka itu." sang anak pun mulai berhenti menangis, ia memperoleh pelajaran yang sangat berharga dari ibunya dan menyimpannya dalam hati. kita semua pernah terluka, kita tidak bisa menghindari luka, tapi kita semua memiliki kemampuan untuk mengatasi luka dan memaknai luka menjadi suatu hal berharga dalam hidup kita...
Setiap Manusia memiliki keindahannya tersendiri
Di suatu toko bunga, tersedia berbagai macam bunga yang indah...di barisan depan ada bunga anggrek yang anggun, bunga lily yang elegan, bunga edelweis yang manis, bunga tulip yang indah, bunga mawar yang terkenal di barisan kedua ada bunga gerbera, bunga chrysant, bunga rumput, bunga matahari, dan bunga-bunga lainnya yang tak kalah indah...semua bunga setiap hari tersenyum dengan manisnya demi memikat hati orang-orang yang lewat untuk membelinya...namun hanya ada satu bunga yang terletak di pojok belakang, yang selalu tampak sedih...kesepian, sendirian...tak banyak orang yang mau melirik ke arahnya apalagi membelinya...itulah si melati...setiap hari sebagaimanapun cerianya si melati, orang-orang malah takut melihat ke arahnya...karena mengingatkannya akan bau kematian...melati pun sedih..merasa diri tidak berharga dan kalah cantik dengan bunga-bunga lainnya...ia sungguh merasa tidak berguna..
Suatu hari, di malam hari saat toko bunga sudah tutup...melati terisak dalam hening....lalu tiba-tiba..datanglah seorang malaikat menghampirinya "mengapa kau sedih melati?" "aku merasa diriku tak berharga dan tak berguna, bunga-bunga lain di toko ini banyak peminatnya, tetapi aku...hampir tidak ada yang membeliku...apa karena aku tidak secantik dan seindah bunga-bunga lainnya?" "siapa yang mengatakan itu padamu?" "lihat saja buktinya..tidak ada yang mau membeliku...bahkan setiap mereka yang melihatku, ketakutan..karena aku identik dengan kematian." "memangnya kau ingin seperti siapa?" tanya si malaikat dengan penuh kesabaran sambil mengelus mahkotaku.. "aku ingin seperti bunga-bunga yang lain, aku iri pada mereka, terutama pada bunga lily yang bisa ada di hotel-hotel berbintang, restoran berkelas, buket-buket termahal, atau seperti mawar yang selalu dicari orang ketika hari valentine tiba, atau seperti bunga tulip yang harganya mahal....yang penting tidak seperti diriku..sudah murah...jelek....identik dengan hal yang buruk lagi..."kata melati sambil terisak.. "walau kau bukan mereka...tak tahukah kau bahwa dirimu pun tak kalah berharga?" tanya malaikat itu.. melati pun tertunduk sambil menggelengkan kepalanya lemah... "mari ikut aku..aku ingin menunjukkan sesuatu padamu."
Lalu malaikat itu mengajak melati berkeliling...pertama ia mengajak melati ke pabrik teh, dimana melati melihat ia diracik dengan daun teh hingga menjadi teh melati....lalu malaikat itu mengajak melati ke restoran ternama dimana restoran tersebut menyajikan teh melati dan memperlihatkan betapa pengunjung yang memesan teh tersebut menikmati harumnya aroma teh tersebut dan merasa tenang setelah meminumnya..... setelah itu malaikat tersebut mengajak melati ke toko parfum, dimana ia memperlihatkan berbagai wewangian ruangan, wewangian badan yang menggunakan melati sebagai bahan dasarnya....
Malaikat tersebut terus mengajak melati berkeliling dunia untuk melihat betapa banyak fungsi dan manfaat dirinya....hingga terakhir..ia mengajak melati ke suatu tempat yang sudah sangat dikenal melati....kuburan.... di situ..ada seorang anak kecil yang membawa bunga melati dan sedang duduk di makam seorang wanita... "ibu, apa kabarnya ibu?" tanya anak itu melati melihat anak itu sedang mengelus-elus pusara ibunya...melati terdiam dan menanti apa yang ingin diperlihatkan malaikat itu padanya... "ibu ini aku bawakan bunga kesukaan ibu, bunga melati....untunglah bunga yang ibu suka sanggup kubeli...sebenarnya aku ingin sekali membelikan ibu bunga-bunga lain yang lebih mahal...namun aku tak punya uang...uangku hanya cukup untuk membeli bunga ini....untunglah semasa ibu hidup, ibu pun paling suka dengan baunya....aku selalu ingat ibu selalu bilang..biar bunga ini kecil, namun bunga ini membawa keharuman yang luar biasa...bunga yang sangat sederhana namun sangat kuat...." mendengar hal itu..melati terdiam..dan mulai meneteskan air mata...segala sesuatu menjadi kabur dalam pandangannya, ia menatap malaikat dengan penuh syukur dan meminta dikembalikan ke toko bunga...ia tidak sanggup lagi melihat ataupun mendengar apa yang akan dikatakan anak itu...
Sesampainya di toko bunga...melati kecil memeluk erat malaikat tersebut "terima kasih telah mengajakku berkeliling hingga akhirnya aku mengerti arti keberadaanku.." kata melati sambil terisak "bersyukurlah selalu pada Tuhan yang menjadikan segalanya indah.." setelah mengucapkan hal tersebut..malaikat tersebut menghilang.. dalam keheningan..terpetik sebaris doa melati pada Tuhan... "ya Tuhan..maafkan aku bila aku terus membandingkan diri dengan sesamaku...maafkan aku bila aku tidak bersyukur atas keberadaanku dan meragukan kebermaknaanku....terima kasih Tuhan..karena seburuk apapun diriku, tentulah aku memiliki keindahanku dan peranku sendiri...amin."
Suatu hari, di malam hari saat toko bunga sudah tutup...melati terisak dalam hening....lalu tiba-tiba..datanglah seorang malaikat menghampirinya "mengapa kau sedih melati?" "aku merasa diriku tak berharga dan tak berguna, bunga-bunga lain di toko ini banyak peminatnya, tetapi aku...hampir tidak ada yang membeliku...apa karena aku tidak secantik dan seindah bunga-bunga lainnya?" "siapa yang mengatakan itu padamu?" "lihat saja buktinya..tidak ada yang mau membeliku...bahkan setiap mereka yang melihatku, ketakutan..karena aku identik dengan kematian." "memangnya kau ingin seperti siapa?" tanya si malaikat dengan penuh kesabaran sambil mengelus mahkotaku.. "aku ingin seperti bunga-bunga yang lain, aku iri pada mereka, terutama pada bunga lily yang bisa ada di hotel-hotel berbintang, restoran berkelas, buket-buket termahal, atau seperti mawar yang selalu dicari orang ketika hari valentine tiba, atau seperti bunga tulip yang harganya mahal....yang penting tidak seperti diriku..sudah murah...jelek....identik dengan hal yang buruk lagi..."kata melati sambil terisak.. "walau kau bukan mereka...tak tahukah kau bahwa dirimu pun tak kalah berharga?" tanya malaikat itu.. melati pun tertunduk sambil menggelengkan kepalanya lemah... "mari ikut aku..aku ingin menunjukkan sesuatu padamu."
Lalu malaikat itu mengajak melati berkeliling...pertama ia mengajak melati ke pabrik teh, dimana melati melihat ia diracik dengan daun teh hingga menjadi teh melati....lalu malaikat itu mengajak melati ke restoran ternama dimana restoran tersebut menyajikan teh melati dan memperlihatkan betapa pengunjung yang memesan teh tersebut menikmati harumnya aroma teh tersebut dan merasa tenang setelah meminumnya..... setelah itu malaikat tersebut mengajak melati ke toko parfum, dimana ia memperlihatkan berbagai wewangian ruangan, wewangian badan yang menggunakan melati sebagai bahan dasarnya....
Malaikat tersebut terus mengajak melati berkeliling dunia untuk melihat betapa banyak fungsi dan manfaat dirinya....hingga terakhir..ia mengajak melati ke suatu tempat yang sudah sangat dikenal melati....kuburan.... di situ..ada seorang anak kecil yang membawa bunga melati dan sedang duduk di makam seorang wanita... "ibu, apa kabarnya ibu?" tanya anak itu melati melihat anak itu sedang mengelus-elus pusara ibunya...melati terdiam dan menanti apa yang ingin diperlihatkan malaikat itu padanya... "ibu ini aku bawakan bunga kesukaan ibu, bunga melati....untunglah bunga yang ibu suka sanggup kubeli...sebenarnya aku ingin sekali membelikan ibu bunga-bunga lain yang lebih mahal...namun aku tak punya uang...uangku hanya cukup untuk membeli bunga ini....untunglah semasa ibu hidup, ibu pun paling suka dengan baunya....aku selalu ingat ibu selalu bilang..biar bunga ini kecil, namun bunga ini membawa keharuman yang luar biasa...bunga yang sangat sederhana namun sangat kuat...." mendengar hal itu..melati terdiam..dan mulai meneteskan air mata...segala sesuatu menjadi kabur dalam pandangannya, ia menatap malaikat dengan penuh syukur dan meminta dikembalikan ke toko bunga...ia tidak sanggup lagi melihat ataupun mendengar apa yang akan dikatakan anak itu...
Sesampainya di toko bunga...melati kecil memeluk erat malaikat tersebut "terima kasih telah mengajakku berkeliling hingga akhirnya aku mengerti arti keberadaanku.." kata melati sambil terisak "bersyukurlah selalu pada Tuhan yang menjadikan segalanya indah.." setelah mengucapkan hal tersebut..malaikat tersebut menghilang.. dalam keheningan..terpetik sebaris doa melati pada Tuhan... "ya Tuhan..maafkan aku bila aku terus membandingkan diri dengan sesamaku...maafkan aku bila aku tidak bersyukur atas keberadaanku dan meragukan kebermaknaanku....terima kasih Tuhan..karena seburuk apapun diriku, tentulah aku memiliki keindahanku dan peranku sendiri...amin."
Miskin Tapi Kaya
dedicated to : semua pejuang kehidupan,esp for sunshine
Seorang jurnalist muda yang sudah bertahun-tahun tidak pernah menghasilkan karya tulis yang baik, diberi kesempatan terakhir oleh atasannya untuk menulis sebuah karya tulis dengan tema “harta karun”. Bila ia tidak berhasil menghasilkan karya tulis yang baik, ia akan dipecat dari surat kabar tersebut. Sang journalist muda pun kelabakan, ia bingung sebingung-bingungnya, ia berusaha mencari harta karun di seluruh penjuru negeri, tapi tak ketemu juga. Setelah hampir habis seluruh tabungannya mencari harta karun di seluruh negeri dan deadline waktu pengumpulan karya tulis semakin dekat, ia mulai tertekan. Ia mulai kesulitan tidur, mual-mual, bahkan pikiran bunuh diri pun ada saking putus asanya, namun karena ia takut mati, pikiran itu pun ia singkirkan. Ia merasa dunia ini begitu memusuhinya dan tidak mau diajak bekerja sama untuk mencarikannya berita, padahal ia sudah bekerja keras untuk itu. Di suatu malam, tiga hari sebelum waktu pengumpulan berita, ia benar-benar tegang dan tidak bisa tidur, akhirnya ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan di pusat kota untuk sekedar mencari angin dengan sepeda motor bututnya.
Di suatu lampu merah, ia berjumpa dengan seorang wanita yang kira2 berusia 40 tahunan sedang membagi-bagikan makanan untuk anak-anak jalanan. Ia cukup terkesima melihat pemandangan itu karena wanita tersebut tidak tampak seperti orang kaya, bahkan tampak sama miskinnya dengan anak-anak jalanan itu, pakaiannya rombeng-rombeng, kotor, dan tampak lusuh. Walau begitu, ia tampak semangat membagikan bungkusan makanan kepada anak-anak itu. Karena begitu tertarik dengan pemandangan yang dilihatnya, sang jurnalist muda pun menepi ke pinggir jalan sambil memperhatikan gerak-gerik sang ibu, entah mengapa ia begitu ingin berbincang-bincang dengan sang ibu. Nalurinya sebagai penulis mengatakan bahwa ia akan mendapatkan bahan bagus untuk tulisannya bila ia bercakap-cakap dengan sang ibu. Alhasil ia pun menunggu di pinggir jalan hingga sang ibu selesai membagi-bagikan makanannya.
”selamat malam ibu” sapanya ”Malam, ada apa, Nak?” tanya sang ibu ramah ”saya seorang jurnalist dan saya tertarik melihat apa yang ibu lakukan terhadap anak-anak tersebut, boleh saya mewawancarai ibu berkaitan dengan kegiatan yang ibu lakukan?” ”wah...rasanya tidak ada yang spesial dengan hal itu Nak, sebagai manusia...bukankah kita harus saling membantu?” ”menurut saya tak banyak orang seperti ibu yang masih peduli dengan orang-orang miskin, apalagi..maaf ya bu....menurut saya, ibu bukan orang yang cukup berada, namun ibu mau memberi bahkan mungkin dari kekurangan ibu, itu suatu hal yang luar biasa bagi saya.” ”Nak, sudah selayaknya orang yang sudah memperoleh banyak dari kehidupan membagikan apa yang sudah ia dapat kepada sesamanya.” ”wah...saya semakin tertarik dengan kisah kehidupan ibu, tampaknya ibu sudah mengalami berbagai macam hal sampai ibu bisa mengatakan hal tersebut....bolehkah ibu membagikan kisah ibu pada saya?” ”dengan senang hati, Nak...
” Sang ibu pun mulai menceritakan kisahnya, ia berasal dari keluarga yang sangat miskin di suatu desa. Demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, saat remaja, ia dijual oleh ayahnya ke seorang mucikari yang bekerja di suatu klub malam di kota besar. Sang ibu pun mulai membenci kehidupan yang dijalaninya namun ia tidak bisa keluar dari kehidupan tersebut karena takut dengan sang mucikari yang tidak segan-segan menghajarnya bila ia mencoba kabur. Selain itu, penghasilannya ternyata mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya dan menyekolahkan adik-adiknya sehingga ia pun tak kuasa meninggalkan pekerjaannya. Alhasil setiap malam, walau terpaksa, ia harus melayani pria-pria hidung belang. Ia pun berusaha menjalani profesinya sebaik-baiknya, memuaskan para tamu sepuas-puasnya agar ia bisa menghasilkan lebih banyak lagi untuk keluarganya. Suatu saat, setelah sekian lama menjalani profesi malamnya, ia pun terkenal sebagai kembang malam yang paling dipuja di kalangan pria pemuas nafsu. Di saat puncak kejayaannya, ia pun dipertemukan dengan seorang pria yang mampu menjerat hatinya. Pria tersebut menjanjikan akan menikahinya dan membawa ia keluar dari lembah kekelaman tersebut. Lewat serangkaian negosiasi alot dengan sang mucikari, sang pria pun berhasil membawa ia keluar. Namun sebelum pernikahan dilangsungkan, sang pria mengajak ibu tersebut memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu. Dari situ, sang ibu mengetahui ternyata dirinya menderita HIV positif. Sang pria pun ketakutan dan memutuskan untuk meninggalkan sang ibu. Pernikahan pun batal dilangsungkan.
Dalam keadaan yang sudah tertekan karena penyakitnya, pria pujaan hati meninggalkannya, tidak punya pekerjaan, sang ibu benar-benar putus asa dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di rumah kontrakannya. Ia pun menyayat pergelangan tangannya berharap bisa mengakhiri hidupnya dan bertemu dengan Sang Pencipta dan ia bertekad ia akan menanyakan mengapa Sang Pencipta begitu tega padanya dan membuatnya begitu menderita, apa salahnya?? Sialnya, ketika saat-saat terkritis dalam hidupnya, seorang tetangga yang juga sahabatnya menemukannya tergeletak bersimbah darah dan segera membawanya ke rumah sakit terdekat nyawanya pun terselamatkan. Ia sempat koma selama beberapa hari, saat ia terbangun dari komanya, pertanyaan pertama yang ia lontarkan pada sahabatnya yaitu mengapa ia tidak diijinkan mati padahal hidupnya sudah hancur? Sahabatnya membiarkannya mengeluarkan uneg-unegnya dan menangis sepuas-puasnya. Setelah ia puas menangis, sahabatnya hanya berkata ”kau masih diijinkan hidup karena kau masih diberi kesempatan untuk merasakan hidup yang lebih baik dari sekarang. Tak tahukah kamu? Siapa yang dihajar habis-habisan oleh hidup, itulah orang-orang yang diijinkan belajar banyak dari kehidupan yang nantinya bisa mentransfer pelajaran itu ke orang lain lagi. Kamu tidak tahu siapa yang akan kamu temui nanti, tapi pasti kehidupanmu bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi orang lain. Saat ini kamu punya pilihan untuk bangkit atau kalah. Pada dasarnya setiap orang yang berhasil lahir ke dunia ini merupakan pejuang kehidupan, kamu sudah berhasil keluar dari rahim ibumu dengan selamat, maka Yang Kuasa pun telah memberikan daya juang dan daya tahan untuk menghadapi tantangan kehidupan yang akan kamu hadapi. Oleh karenanya, kamu bisa bangkit, jangan kalah dari hidup karena hidup itu untuk ditaklukan.”
”dari situ saya belajar banyak dan menemukan makna kehidupan, memang hidup telah mengambil banyak dari saya, tapi ia juga memberikan suatu hal yang tidak pernah saya dapatkan yaitu kebebasan. Sedari kecil saya tidak pernah merasakan kebebasan, namun setelah saya benar-benar jatuh, saya benar-benar memiliki kebebasan untuk menentukan hidup saya, bebas dari dunia yang saya benci, bebas menata hidup saya kembali. Dari situ saya menyadari, bahwa ternyata hidup tidak memusuhi saya, melainkan memberikan suatu kesempatan baru bagi saya untuk hidup lebih baik. Akhirnya saya bisa lepas dari dunia malam itu dan memulai kehidupan baru, walau saya hanya menjadi pedagang makanan di warteg, tapi saya bahagia” cerita sang ibu dengan mata yang bersinar dan penuh semangat. Sang jurnalis pun terdiam, ia merenungi setiap kata dari sang ibu dan ia pun telah memperoleh banyak hal berharga. ”terima kasih banyak bu, ibu sudah memberi saya sangat banyak pelajaran berharga malam ini. Mari saya antar ibu pulang.” sang jurnalis pun mengantarkan ibu ke kediamannya yang sangat sederhana namun penuh kedamaian.
Akhirnya ia menemukan bahan berharga untuk ditulis. Esoknya ia berhasil membuat suatu artikel dengan judul ”miskin namun sangat kaya” dan artikelnya berhasil menyabet berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri....suatu artikel sederhana yang mengisahkan perjalanan seorang ibu untuk memperoleh virtue of life. Di akhir artikelnya ia menulis kesan yang ia terima, begini isinya ”saya belajar bahwa orang yang berkelimpahan bukan orang yang paling sukses di dunia, bukan orang paling pintar atau orang yang memiliki kekuasaan terbesar, orang yang berkelimpahan merupakan mereka yang belajar dari kehidupan, menyerap pelajaran tersebut dan menemukan makna dari pelajaran tersebut serta bisa membagikannya kepada sesama. Oleh karenanya, terkadang dunia tidak memerlukan orang-orang yang berkuasa, sangat pandai, sangat kaya, untuk membawa pengaruh besar, melainkan seseorang yang sederhana namun penuh kebijaksanaan karena mereka menyerap pelajaran hidup dan menemukan makna kehidupan.”
Seorang jurnalist muda yang sudah bertahun-tahun tidak pernah menghasilkan karya tulis yang baik, diberi kesempatan terakhir oleh atasannya untuk menulis sebuah karya tulis dengan tema “harta karun”. Bila ia tidak berhasil menghasilkan karya tulis yang baik, ia akan dipecat dari surat kabar tersebut. Sang journalist muda pun kelabakan, ia bingung sebingung-bingungnya, ia berusaha mencari harta karun di seluruh penjuru negeri, tapi tak ketemu juga. Setelah hampir habis seluruh tabungannya mencari harta karun di seluruh negeri dan deadline waktu pengumpulan karya tulis semakin dekat, ia mulai tertekan. Ia mulai kesulitan tidur, mual-mual, bahkan pikiran bunuh diri pun ada saking putus asanya, namun karena ia takut mati, pikiran itu pun ia singkirkan. Ia merasa dunia ini begitu memusuhinya dan tidak mau diajak bekerja sama untuk mencarikannya berita, padahal ia sudah bekerja keras untuk itu. Di suatu malam, tiga hari sebelum waktu pengumpulan berita, ia benar-benar tegang dan tidak bisa tidur, akhirnya ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan di pusat kota untuk sekedar mencari angin dengan sepeda motor bututnya.
Di suatu lampu merah, ia berjumpa dengan seorang wanita yang kira2 berusia 40 tahunan sedang membagi-bagikan makanan untuk anak-anak jalanan. Ia cukup terkesima melihat pemandangan itu karena wanita tersebut tidak tampak seperti orang kaya, bahkan tampak sama miskinnya dengan anak-anak jalanan itu, pakaiannya rombeng-rombeng, kotor, dan tampak lusuh. Walau begitu, ia tampak semangat membagikan bungkusan makanan kepada anak-anak itu. Karena begitu tertarik dengan pemandangan yang dilihatnya, sang jurnalist muda pun menepi ke pinggir jalan sambil memperhatikan gerak-gerik sang ibu, entah mengapa ia begitu ingin berbincang-bincang dengan sang ibu. Nalurinya sebagai penulis mengatakan bahwa ia akan mendapatkan bahan bagus untuk tulisannya bila ia bercakap-cakap dengan sang ibu. Alhasil ia pun menunggu di pinggir jalan hingga sang ibu selesai membagi-bagikan makanannya.
”selamat malam ibu” sapanya ”Malam, ada apa, Nak?” tanya sang ibu ramah ”saya seorang jurnalist dan saya tertarik melihat apa yang ibu lakukan terhadap anak-anak tersebut, boleh saya mewawancarai ibu berkaitan dengan kegiatan yang ibu lakukan?” ”wah...rasanya tidak ada yang spesial dengan hal itu Nak, sebagai manusia...bukankah kita harus saling membantu?” ”menurut saya tak banyak orang seperti ibu yang masih peduli dengan orang-orang miskin, apalagi..maaf ya bu....menurut saya, ibu bukan orang yang cukup berada, namun ibu mau memberi bahkan mungkin dari kekurangan ibu, itu suatu hal yang luar biasa bagi saya.” ”Nak, sudah selayaknya orang yang sudah memperoleh banyak dari kehidupan membagikan apa yang sudah ia dapat kepada sesamanya.” ”wah...saya semakin tertarik dengan kisah kehidupan ibu, tampaknya ibu sudah mengalami berbagai macam hal sampai ibu bisa mengatakan hal tersebut....bolehkah ibu membagikan kisah ibu pada saya?” ”dengan senang hati, Nak...
” Sang ibu pun mulai menceritakan kisahnya, ia berasal dari keluarga yang sangat miskin di suatu desa. Demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, saat remaja, ia dijual oleh ayahnya ke seorang mucikari yang bekerja di suatu klub malam di kota besar. Sang ibu pun mulai membenci kehidupan yang dijalaninya namun ia tidak bisa keluar dari kehidupan tersebut karena takut dengan sang mucikari yang tidak segan-segan menghajarnya bila ia mencoba kabur. Selain itu, penghasilannya ternyata mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya dan menyekolahkan adik-adiknya sehingga ia pun tak kuasa meninggalkan pekerjaannya. Alhasil setiap malam, walau terpaksa, ia harus melayani pria-pria hidung belang. Ia pun berusaha menjalani profesinya sebaik-baiknya, memuaskan para tamu sepuas-puasnya agar ia bisa menghasilkan lebih banyak lagi untuk keluarganya. Suatu saat, setelah sekian lama menjalani profesi malamnya, ia pun terkenal sebagai kembang malam yang paling dipuja di kalangan pria pemuas nafsu. Di saat puncak kejayaannya, ia pun dipertemukan dengan seorang pria yang mampu menjerat hatinya. Pria tersebut menjanjikan akan menikahinya dan membawa ia keluar dari lembah kekelaman tersebut. Lewat serangkaian negosiasi alot dengan sang mucikari, sang pria pun berhasil membawa ia keluar. Namun sebelum pernikahan dilangsungkan, sang pria mengajak ibu tersebut memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu. Dari situ, sang ibu mengetahui ternyata dirinya menderita HIV positif. Sang pria pun ketakutan dan memutuskan untuk meninggalkan sang ibu. Pernikahan pun batal dilangsungkan.
Dalam keadaan yang sudah tertekan karena penyakitnya, pria pujaan hati meninggalkannya, tidak punya pekerjaan, sang ibu benar-benar putus asa dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di rumah kontrakannya. Ia pun menyayat pergelangan tangannya berharap bisa mengakhiri hidupnya dan bertemu dengan Sang Pencipta dan ia bertekad ia akan menanyakan mengapa Sang Pencipta begitu tega padanya dan membuatnya begitu menderita, apa salahnya?? Sialnya, ketika saat-saat terkritis dalam hidupnya, seorang tetangga yang juga sahabatnya menemukannya tergeletak bersimbah darah dan segera membawanya ke rumah sakit terdekat nyawanya pun terselamatkan. Ia sempat koma selama beberapa hari, saat ia terbangun dari komanya, pertanyaan pertama yang ia lontarkan pada sahabatnya yaitu mengapa ia tidak diijinkan mati padahal hidupnya sudah hancur? Sahabatnya membiarkannya mengeluarkan uneg-unegnya dan menangis sepuas-puasnya. Setelah ia puas menangis, sahabatnya hanya berkata ”kau masih diijinkan hidup karena kau masih diberi kesempatan untuk merasakan hidup yang lebih baik dari sekarang. Tak tahukah kamu? Siapa yang dihajar habis-habisan oleh hidup, itulah orang-orang yang diijinkan belajar banyak dari kehidupan yang nantinya bisa mentransfer pelajaran itu ke orang lain lagi. Kamu tidak tahu siapa yang akan kamu temui nanti, tapi pasti kehidupanmu bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi orang lain. Saat ini kamu punya pilihan untuk bangkit atau kalah. Pada dasarnya setiap orang yang berhasil lahir ke dunia ini merupakan pejuang kehidupan, kamu sudah berhasil keluar dari rahim ibumu dengan selamat, maka Yang Kuasa pun telah memberikan daya juang dan daya tahan untuk menghadapi tantangan kehidupan yang akan kamu hadapi. Oleh karenanya, kamu bisa bangkit, jangan kalah dari hidup karena hidup itu untuk ditaklukan.”
”dari situ saya belajar banyak dan menemukan makna kehidupan, memang hidup telah mengambil banyak dari saya, tapi ia juga memberikan suatu hal yang tidak pernah saya dapatkan yaitu kebebasan. Sedari kecil saya tidak pernah merasakan kebebasan, namun setelah saya benar-benar jatuh, saya benar-benar memiliki kebebasan untuk menentukan hidup saya, bebas dari dunia yang saya benci, bebas menata hidup saya kembali. Dari situ saya menyadari, bahwa ternyata hidup tidak memusuhi saya, melainkan memberikan suatu kesempatan baru bagi saya untuk hidup lebih baik. Akhirnya saya bisa lepas dari dunia malam itu dan memulai kehidupan baru, walau saya hanya menjadi pedagang makanan di warteg, tapi saya bahagia” cerita sang ibu dengan mata yang bersinar dan penuh semangat. Sang jurnalis pun terdiam, ia merenungi setiap kata dari sang ibu dan ia pun telah memperoleh banyak hal berharga. ”terima kasih banyak bu, ibu sudah memberi saya sangat banyak pelajaran berharga malam ini. Mari saya antar ibu pulang.” sang jurnalis pun mengantarkan ibu ke kediamannya yang sangat sederhana namun penuh kedamaian.
Akhirnya ia menemukan bahan berharga untuk ditulis. Esoknya ia berhasil membuat suatu artikel dengan judul ”miskin namun sangat kaya” dan artikelnya berhasil menyabet berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri....suatu artikel sederhana yang mengisahkan perjalanan seorang ibu untuk memperoleh virtue of life. Di akhir artikelnya ia menulis kesan yang ia terima, begini isinya ”saya belajar bahwa orang yang berkelimpahan bukan orang yang paling sukses di dunia, bukan orang paling pintar atau orang yang memiliki kekuasaan terbesar, orang yang berkelimpahan merupakan mereka yang belajar dari kehidupan, menyerap pelajaran tersebut dan menemukan makna dari pelajaran tersebut serta bisa membagikannya kepada sesama. Oleh karenanya, terkadang dunia tidak memerlukan orang-orang yang berkuasa, sangat pandai, sangat kaya, untuk membawa pengaruh besar, melainkan seseorang yang sederhana namun penuh kebijaksanaan karena mereka menyerap pelajaran hidup dan menemukan makna kehidupan.”
Langganan:
Postingan (Atom)